Sosialisasi Migrasi OSS/Linux di Taliwang – KSB – NTB

Saat melaju pulang ke rumah, di atas motor mendapat SMS dari mbak Yenni K yang paling cantik di antara kita-kita (soale perempuan sendiri – xixixixi), meminta asistensi  ‘teknis’ untuk acara Sosialisasi Migrasi OSS/Linux di Taliwang, KSB.

Saya menunggu telepon dari pak Muhammad Amien yang akan berangkat ke Taliwang – KSB dari Kementrian Ristek dan menduga assisten yang diperlukan 2 orang atau lebih, eh ternyata, cuma perlu satu orang.

Jadilah saya yang berangkat, selain lagi jobless, juga karena acaranya pas jam kantor, bisa dipastikan tidak ada anggota lain yang bisa meninggalkan kantor.

Jumat 09 April, sebelum keberangkatan di telepon lagi, katanya mau berangkat hari Senin dari Mataram, dan diminta pesen tiket pesawat ke Sumbawa Besar, karena pak Agus Sediadi, yang ternyata ikut juga, ada keperluan di Pemkab Sumbawa.

Tetapi saat memesan tiket ke Jatatur, jadwal penerbangan ke Brangbiji, berangkat pagi semua. Jadi terpaksa pak Agus dan pak Amien menginap dulu di Mataram.

Selasa pagi, setelah menitipkan motor di Ampenan dan di antar adik ke Bandara pesawat foker 50 lepas landas dari bandara Selaparang pukul 09 lebih.

Saya yang baru kali ini naik pesawat, rasanya kok fine-fine saja, tetapi takjub juga, kok diluar tu gak ada apapun yang bergerak cepat, rasanya kok seperti diam begitu, eh tau-tau sudah sampai di Bandara Brangbiji, gak terasa sama sekali.

Di bandara dijemput pak Mirajuddin, langsung dibawa ke kantor pemkab untuk bertemu dengan sekda. Saya agak ragu untuk ikut m asuk, karena penampilan saya yang jauh dari kesan rapi, beda dengan pak Agus dan pak Amien yang  mengenakan seragam harian dengan saya yang mengenakan jeans dan kaos oblong🙂

Karena pak sekdanya tidak ada di kantor, oleh pak Mirajuddin diajak ke ruangannya di lantai 3, itu loh ruangan server tempat mas Doni dkk nongkrong.

Tak berapa lama, pak sekda datang, kami turun lagi ke bawah, ngobrol-ngobrol soal kendala migrasi di pemkab dan mohon dukungan lagi.

Siangnya, jam makan siang tiba, pak Ari dan pak Nanang tim penjemput dari pemkab KSB juga datang, tapi rupanya pak Mirajuddin belum rela melepas kepergian kami, akhirnya setelah ngobrol lagi sebentar, kami meluncur ke rumah makan Goa, menikmati Singang dan Sepat yang khas itu.

Sorenya, kami tiba di penginapan Ifa, Taliwang – KSB. Di penginapan kami mendapat dua kamar, ternyata ….. pak Agus dan pak Amien sekamar, sedangkan saya harus sendirian di kamar double bed …. tidur sendiri …

Magribnya, kami dijemput pak Ari, diajak makan di rumah makan Totang Rasa, keliling kota dan menikmati Paloppo, bubur susu kerbau plus gula merah yang licin-licin enak.

Pagi hari, cukup dengan sarapan roti bakar penginapan, berangkat ke Aula di belakang graha Fitrah KTC.

Saya pikir karena yang diundang adalah kepala-kepala SKPD, pesertanya bakal rame, ternyata, banyak yang tidak nongol, mungkin karena Kyai Bupati, tidak hadir dan diwakili oleh wakilnya untuk membuka acara.

Acaranya sendiri berlangsung cukup meriah. Di lihat dari pesertanya yang beragam, mulai dari siswa SMK, Mahasiswa dan PNS di lingkungan pemkab KSB dan SKPD terkait, saya melihat OSS/Linux bukan lagi sesuatu yang asing di KSB sini, Alhamdulillah.

Tidak banyak “gejolak” yang saya rasakan karena ini adalah sosialisasi tersingkat yang pernah saya ikuti, mulai jam 09 pagi selesai jam 12-an siang.

Masalah-masalah yang muncul adalah:

  1. Sulit menemukan “sepuh” yang bisa ditanyai saat kopdar dan kumpul-kumpul atau saat menemui masalah, bagi KSL di Universitas Cordoba dan Guru di SMK KSB. Saya sarankan untuk bergabung dulu di Milis KPLI NTB.
  2. Bagi siswa yang PKL, ketidaksesuaian antara materi yang diajarkan dan aplikasi yang digunakan di tempat PKL juga menjadi masalah, solusinya mungkin nanti setelah migrasi menyeluruh di dunia usaha telah terjadi.
  3. Beberapa pertanyaan teknis seperti bagaimana membuat distro, mengapa delphi tidak berjalan baik di Linux, dan lain-lainnya. Untuk membuat distro saya sarankan belajar ke komunitas Blankon, untuk delphi saya sarankan untuk meninggalkannya dan menggunakan bahasa pemrograman yang native Linux, tokh bahasa pemrograman gak cuma delphi kan?

Secara umum, saya puas sekali selama di sini. Pak Ari dan pak Nanang, sangat membantu dan mengenyangkan🙂

Ini juga merupakan acara jalan-jalan dan makan-makan yang luar biasa bagi saya. Terima kasih kepada Kemenristek, terutama pak Agus, pak Amien, mbak Yenni, dan teman-teman Kaipang yang sudah mengikhlaskan saya.

Terima kasih juga untuk antimo dan napacin yang membantu saya menekan mabok dan sesak napas karena kebanyakan makan🙂

Untuk teman-teman di KSB, kami menantikan undangan untuk jalan-jalan lagi ke kesana.

15 Responses to “Sosialisasi Migrasi OSS/Linux di Taliwang – KSB – NTB”


  1. 3 ida ayu puspa arini April 15, 2011 pukul 1:51 pm

    mantap..

  2. 4 piko April 15, 2011 pukul 6:24 pm

    ah, gagal pertamax

  3. 5 ajoeh April 16, 2011 pukul 11:50 am

    aseek.. punya pengalaman naek pesawat..

  4. 8 Rizal Suardi April 17, 2011 pukul 3:34 pm

    Waktu itu sebenarnya saya mau ikut tp saya lupa hub. ketupang…. ahirnya saya ditinggal… sial dah

  5. 9 adminkomedik September 15, 2011 pukul 10:15 am

    bukan KSL mas, ralat please!!! diganti CAOS(cordova Open Source)>>>

  6. 10 adminkomedik September 15, 2011 pukul 11:14 am

    di KSB sudah terbentuk KPLIKSB, bagi kawan-kawan yang mau bergabung dengan kami silakan hub. ke 08191586695 atau ke email:saifullah0679@gmail.com. Sekretariat kpliksb di jalan muhajirin kelurahan bugis. setiap hari sabtu jam 09.00 pagi kami melakukan pertemuan pemantapan antar anggota. dan kami sedang membuat web kpliksb.

    • 12 Black_Claw September 20, 2011 pukul 8:30 pm

      Bergabung yuk, sebagai kpli ntb cabang taliwang. Nama komunitasnya, apapun itu, ya tetep.😀

    • 13 olanuxer September 21, 2011 pukul 1:31 am

      haloo frend, gimana kalo kita memperkuat KPLI yang sudah ada?, maksud saya KPLI NTB (Kaipang). dari pada berpencar2 mending kita bersatu biar linux di NTB tambah besar dan maju.
      jadi nanti strukturnya KPLI NTB cabang KSB, lebih asyik kalau menurut saya.

      Seperti kami juga di Bima, KPLI NTB Cabang Bima..gimana?? setuju gak??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: