Mamiq feat Cepul: Menghadiri Resepsi Pernikahannya Waketupang

Menyambung ceritanya Cepul, hari Ahad kemarin kami (ane, istri dan anak) menghadiri resepsi pernikahannya Waketupang, Soni Agus Wahyudi. Dengan semangat 45 kami berangkat pagi-pagi sekali dari desa Perampuan, sekitar jam 8 (padahal acara resepsinya jam 11 siang). Kami berangkat pagi karena rencananya kami akan mampir ke rumah paman yang tinggal di seputaran Praya. Sekitar jam 9, kami sampai di rumah paman. Tetapi, ya Allah, bukan saja pintunya yang terkunci, gerbang besi di depan pintu juga terpasangi gembok besi. Ternyata paman saya dan keluarganya sedang dalam perjalanan menghadiri acara keluarga di Lombok Utara. Wah, padahal mau ngasi kejutan buat paman. Terpaksalah saya yang terkejut karena hanya berdiri di depan pintu dipandangi dengan penuh kasihan oleh sekawan anjing belang-belang.
Pelajaran yang bisa dipetik: Jangan suka pake semangat 45. Sudah lusuh. Sekarang sudah tahun 2011!

Karena sudah sms janjian mau ketemu Cepul setibanya di Praya, akhirnya saya telpon beliau lebih pagi. Itu semata-mata karena saya kasian terhadap diri saya, terlunta-lunta di negeri orang.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, Cepul datang sambil langsung bertanya, “Miq, acaranya di mana?” Waduh! Padahal saya datang ke Praya ini untuk menghadiri resepsinya Waketupang dengan mengandalkan Cepul, yang kebetulan rumahnya di Praya juga, sebagai penunjuk jalan. Ternyata, Cepul juga tidak tahu lokasi acaranya Mr. Soni.
Pelajaran yang dapat dipetik: Jangan mengandalkan Cepul sebagai penunjuk jalan kalau dia tidak bersama dengan pasangannya, yaitu si Piko.

Dengan mengandalkan nomor-nomor telepon yang ada, saya kemudian menghubungi pak Ketupang. Pak Ketupang dihubungi, tidak ngangkat. Blek, nyambung, tidak ngangkat. Mungkin Piko tau nomornya Waketupang. Saya kemudian menghungi Piko. Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya serahkan telepon ke Cepul setelah terhubung ke Piko. Piko ngasitau kalau alamat resepsinya ada di fesbuk. Cerdas! Saya kemudian buka laptop, buka fesbuk. Tada… Ternyata resepsinya ada di Jl. Wr. Supratman.
Pelajaran yang dapat dipetik: Ternyata cinta selalu datang memberikan solusi atas permasalah yang dihadapi. Tengkyu Cepul, tengkyu Piko.

Setelah nyampe di lokasi acara, menikmati hidangan, makan-makan, dan memberi salam dan doa selamat, sakinah, mawaddah wa rahmah kepada kedua mempelai, kami kemudian pamit. Saya kemudian berkunjung di rumahnya Cepul. Jambu air di rumahnya Cepul sedang berbuah lebat. Rencana ke depan, mungkin perlu mengadakan jalan-jalan, kopdar di rumahnya Cepul karena jambunya sedang berbuah lebat!

Seperti dituturkan oleh Mamiq di wallnya kaipang.

“Cerita mengalir cerdas, penuh intrik intrik yang tak terduga…imajinatif dan sangat menegangkan” – okky, katanyasih berhandakaipang

1 Response to “Mamiq feat Cepul: Menghadiri Resepsi Pernikahannya Waketupang”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: