Preview Blankon Rote Beta

Semalam, karena penasaran ingin melihat seperti apa screenshot BlankOn Rote tetapi tidak menemukannya dimanapun walau sudah di googling, saya mendownload file ISO BlankOn Rote Jahitan I dari lumbung kambing.ui.ac.id.

Kenapa saya penasaran sekali dengan BlankOn Rote?
Karena ditengah “tsunami” perubahan desktop yang melanda distro-distro linux akhir-akhir ini saya merasa kehilangan GNOME2, meskipun ada alternatif desktop lainnya seperti XFCE atau LXDE yang mirip, tetap saja masih ada yang terasa “kurang”.
Saya berharap, BlankOn Rote bisa mengisi “kehilangan” saya.

Pertama kali mencobanya, saya menjalankannya di Oracle VirtualBox. Saya disambut menu pilihan apakah akan menggunakan LiveCD atau meng-install BlankOn ke Hardisk. Di sini saya juga diijinkan memilih bahasa, Timezone dan Keyboard. Kontradiksi dengan pilihan Bahasa dan Timezone yang banyak, pilihan untuk keyboard terasa kurang, hanya ada dua pilihan, US dan UK.

Sebelum Instalasi, saya memilih untuk mencobai LiveCD-nya dulu. LiveCD berjalan baik, disapa background biru dan panel atas yang gelap. Saya tidak tahu apakah ini tampilan default ataukah tampilan fallback, karena beberapa desktop sekarang menggunakan trend ini🙂

Saat ingin mengganti background saya tidak bisa klik kanan di desktop seperti biasanya, harus melalui menu Settings > Backgrounds.

Panel di BlankOn Rote
Panel BlankOn Rote sepertinya mirip dengan Panel Cinnamon, tidak bisa di tambahkan applet di atasnya seperti panel GNOME2 langsung dengan klik kanan. Tetapi saya tidak menemukan ikon setting untuk panel seperti di Linuxmint 13 Cinnamon. Saya juga tidak menemukan setting Appearance di System Setting (GNOME Control Center).

Saya juga melihat ada “jejak” tooltips yang tertinggal, seperti screenshot ini.

Menu di BlankOn Rote
Menu di BlankOn Rote ini sangat unik, ketika kita klik tombol menu dengan logo BlankOn di kiri atas, menunya akan muncul disamping, menutupi 1/4 layar (1024×768) Virtualbox dari atas ke bawah. Ketika kita klik kategori menu, item-item menu akan muncul dibawahnya.

Beberapa item menu letaknya “salah” tidak seperti di LinuxMint, kategori System Tools diisi item-item yang seharusnya ada di Administration atau Preferences.

Ketika meng-klik menu Locations (Places) kolom menunya berubah, tidak lagi bergeser ke bawah seperti ketegori menu lainnya tapi membuat kolom menu tersendiri menggantikan kolom sebelumnya. Saya sempat kebingunan bagaimana kembali ke menu awal karena tidak ada petunjuk/ikon sama sekali. Saya mencoba meng-klik di atas menu tepat di atas ikon start menu (yang tidak terlihat karena teralingi menu Locations) barulah saya bisa kembali ke menu awal🙂

Alangkah baiknya jika menu Locations ini menggunakan konsep yang sama seperti kategori menu lainnya, bergeser ke bawah.

Di bawah menu, ada tulisan Username dan placeholder yang digunakan untuk foto pengguna setelah mengaturnya melalui Settings > User Accounts.

Yang kurang mungkin tidak (belum) lengkapnya ikon-ikon untuk kategori menu dan item menu. Berkaitan dengan ikon juga, ada ikon yang cukup mengganggu, karena penggunaaan logo OS lain yang mungkin bisa memicu kontroversi.

Aplikasi Standar BlankOn Rote
Saya tidak tahu apakah rilis Beta ini mencerminkan rilis akhir, jika iya maka kita akan mendapatkan chromium browser, Pidgin Mesengger, LibreOffice Suit, Evolution Mail, Pemutar musik Audacious dan Totem untuk menonton Video.

Minimal dan lain dari kebiasaan distro-distro populer seperti Mint atau Ubuntu yang mengusung Firefox untuk browser, Empathy (Pidgin di Mint) untuk IM mesengger, Thunderbird (di Mint) untuk email, Rhythmbox (Banshee di Mint) untuk memutar musik atau Gnome-mplayer dan VLC (Mint) untuk memutar video.

Tentu saja anda bisa menambahkan aplikasi lainnya melalui repository kelak.

Setelah mencobanya di laptop menggunakan LiveCD USB, tidak ada perubahan sama sekali pada tampilan desktop (tidak ada fallback). Yang cukup mengganggu adalah brightness yang meredup sejak awal start dan restart yang tidak mulus.

Kesimpulan?
Saya tidak berani memberikan nilai dari skala 1-9 karena setiap distro memiliki preferensi sendiri-sendiri dan tidak ada standar baku untuk menilai tampilan sebuah desktop. Jadi saya serahkan kesimpulannya kepada anda, tentu setelah mencobanya sendiri.

Yang pasti, saya masih menggunakan Ubuntu 10.04 dengan desktop GNOME 2 dan masih mengharapkan proyek MATE/Cinnamon bisa stabil.

2 Responses to “Preview Blankon Rote Beta”


  1. 1 Thebee Dep Juni 29, 2012 pukul 6:17 pm

    kemaren saya coba di netbook Pico, kayaknya oke….. tapi sayang menu manokwari nya kedodoran di resolutionnya pico (1024×600) kurang enak dipandang, coba ada setingan tuk ngatur manokwari biar lebih kecil kan asik….. :DDD, sama bos saya sampai sekarang juga masih pake ubuntu 10.04 lebih familiar aja dan lebih fast…!!!!

  2. 2 agus ariyanto Agustus 20, 2012 pukul 9:44 pm

    setuju dengan diatas.. yang masih membuat saya berat pakai blankon ya ..
    menu aplikasi yang “nggak nyaman” btw sekarang saya masih senang pake ubuntu 10.10 bersanding dengan igosnusantara r7.2


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: