Kisah Mamiq, Monster, Dan Jomblo Yang Bukan Homo

Assalamu’alaikum wr.wb
Begini ceritanya. Beberapa bulan lalu anak saya secara tidak sengaja menumpahkan es kelapa di laptop mini saya. Saya segera membawa laptop itu ke service center. Mereka memberi tahu bahwa laptop itu tidak lagi bisa diselamatkan. Matilah laptop itu dengan mati sebenar-benarnya, bahkan data hard disknya pun tidak bisa dibaca. Hard disk itu tidak bisa diselamatkan. Yang masih bisa berfungsi adalah layarnya. Bahkan baterai pun, katanya tidak lagi bisa diselamatkan. Dengan penuh duka cita, akhirnya saya kemudian membeli laptop pengganti.

Beberapa minggu yang lalu, kawan kita, Piko, anak muda jomblo yang bukan homo, mantan ‘temen dekatnya’ Cepul meminta tolong untuk memanfaatkan layar laptop saya untuk mengganti layar laptop yang secara tidak sengaja dia duduki. Duh kawan, memang hati yang sedang berduka membuat kita tidak bisa konsentrasi. Saya kemudian membawakan dia bangkai laptop saya untuk dikanibal.

Beberapa hari yang lalu, Piko mengirim sms memberi kabar kalau layar laptop saya tidak kompatibel dengan laptopnya. Artinya dia harus mencari layar lain yang cocok. Katanya dia membeli layar itu Rp. 600ribu. Sorry, kawan. Di baris terakhir smsnya Piko memberi kabar gembira bahwa hard disk bangkai laptop saya itu bisa dibaca. Wah, saya senang sekali. Dengan bergegas saya ke tempat tinggal barunya Piko yaitu kantornya. Dan benar, ternyata hard disk saya bisa dibaca. Dan memorinya juga tidak apa-apa. Sebelum pulang Piko bilang kalau dia penasaran siapa tau laptop itu masih bisa diselamatkan. Sesampai di rumah, saya mencoba menghidupkan laptop itu. Tada, ternyata dia hidup! Dengan perasaan berbunga, malam-malam, eh pagi-pagi ding, saya ngasitau Piko kalo laptop itu bisa hidup!

Saya membawa kembali monster (sudah mati hidup lagi) laptop saya ke Piko. Dan tadi malam Piko memberitahu: “Laptopnya oke, Mik. Touchpad, sound, wifi, bluetooth, usb port oke. Minusnya beberapa tombol keyboard gak berfungsi, deretan bagian kanan.”

Alhamdulillah, akhirnya Piko menjadi penyelamat laptop saya. Blessing in disguise! Di dalam hati saya, saya berdoa, terima kasih kawan. Semoga kamu segera mendapatkan pengganti dia yang sudah pergi. Masih banyak orang yang siap menjadi kekasihmu. Relakan dia pergi, Ko!

Wassalamu’alaikum wr.wb

Seperti dikisahkan oleh Mamiq di halaman grup facebook KPLI NTB.

2 Responses to “Kisah Mamiq, Monster, Dan Jomblo Yang Bukan Homo”



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: