Kudeta Kopdar 12-14 OKtober 2012 @ Gunung Rinjani

Alkisah, kala itu kami kopdar biasa, menyambut mampirnya Pak Teguh ke Mataram. Yang hadir, saya, Cepul, Rizky, Pak Teguh dan kawannya Pak Teguh yang namanya Pak Iwan. Rencananya, Teguh dan Yan mau mendaki gunung Rinjani besoknya, esalah malam ini juga. Baru saja cuap-cuap sedikit, Pak Teguh melontarkan pertanyaan yang bikin saya kalap.

“Mau ikut?”

Bulan Oktober (biasanya bulan Oktober keatas, pendakian dihindari karena cuaca buruk)? Tanpa porter (maka beban yang kami bawa tidak akan ringan)? Hanya 2 hari (bakal kejar waktu)? dan berangkat malam ini juga? Kampret bener. Satu-satunya kudeta kopdar paling ekstrem. Tapi bagi pendaki macam Yan, Teguh, dan Pak Nara (diperkenalkan kemudian, Pak Nara pernah mendaki gunung apa itu lupa saya di pulau Sumatera sana, selama 17 hari. pushed me to put some respect), barangkali hal demikian bukan apa-apa.

Asal hari senin sudah bisa ngantor lagi, saya iyakan. Meski sempat berubah pikiran, saya bilang saya ikut. Cepul juga. Langsung saat itu juga saya dan Teguh keliling Kota Mataram buat nyari tenda sewaan dan kompor gas mini untuk tabung gas botolan. Tenda dan nesting dapat, tapi tidak dengan kompor gas mini. Waktu itu sudah jam sepuluh malam. Setelah sepakat bertemu di suatu tempat setelah packing, saya pulang ke rumah, buat packing semua-semua yang kira-kira penting. Uang saya yang tinggal 50ribu cuma saya belikan tisu basah, baterai untuk senter, dan beberapa bungkuns mie instan. Sekampret-kampretnya Cepul saya temui saat kami packing. Dia batalkan. Setelah debat-paksa plus bujukan Yan via telepon, akhirnya Cepul jadi ikut. 20 menit plin-plan yang sia-sia. Sementara Yan dan kawannya yang bernama pak Nara, menyebrang dari sumbawa ke pulau Lombok dan langsung menuju Aikmel, menunggu di sana.

Kami berangkat pukul 12 malam dari Mataram, berempat : Saya, Cepul, Teguh, dan Iwan. Sampai di Aikmel sekitar jam setengah 2, ketemu Yan dan Pak Nara. Terus kami menuju Sembalun. Motor yang digunakan Teguh mogok, mesti maen jemput-jemputan. Sampai di Wisma penginapan sekitar jam 3, langsung tidur lelap.

Paginya kami sarapan dan dapat pinjaman piring+gelas, sleeping bag, dan parang (nantinya parangnya hilang entah dimana) dari tempat penginapan. Setelah berhasil bikin kompor aneh dari kaleng minuman, kami berangkat melalui jalur resmi Sembalun. Motor dititip di sebuah gubuk di atas, ratusan meter dari pintu masuk.

Rencana kami adalah, begitu sampai di Plawangan, kami akan lanjut turun ke danau. Baru esoknya pulang dari danau mulai pukul 10 atau 11. Kira-kira kami punya waktu sekitar 4-5 jam bebas di danau setelah istirahat tidur 6 jam.

Kami berangkat mendaki dan mulai dehidrasi. Tanpa persiapan dan kurang tidur, demikian juga yang lain, ini pertama kalinya buat saya. Sebenarnya saya cuma mampu mengingat sedikit perihal perjalanan berangkat. Kami makan siang sebentar di dekat pos 3, dengan sayur yang ada ulat-ulatnya. Btw ulat itu proteinnya tinggi lho, tapi tetep tidak kami makan ulatnya. Yang jelas saya kelelahan dan paling loyo dibanding yang lain. Bahkan saya sempat tidur pulas sementara kawan-kawan sibuk bakar jagung.

Saat kami mendekati Plawangan, rencana kami berubah. Pak Nara dan Cepul pengen muncak (mendaki hingga puncak). Saya langsung menawarkan diri untuk jagain tenda saja. Fisik saya benar-benar tidak kuat kali ini. Oh ya, ini bulan Oktober. Sewajarnya sudah musim hujan dan mulai badai. Tapi rupanya belum di atas sini. Malah, sisa-sisa musim panas masih ada. Jalan setapak penuh debu, kering kerontang, dan kami syukuri setiap bertemu kerindangan pohon besar.

Kami sampai di Plawangan Sembalun kira-kira saat hampir isya (ketinggalan sunset). Setelah istirahat sebentar, lanjut menuju bagian Camp Plawangan sebelah selatan. Kalau saya tidak salah ingat, kami sampai sekitar pukul 9 malam. Tidak sempat masak makan malam karena angin yang kurang bersahabat. Bangun tenda langsung terkapar tidur.

Pagi tiba. Sesuai dugaan saya, Cepul, Teguh, dan Pak Nara tidak jadi muncak, dikarenakan angin yang masih tidak bersahabat. Ada beberapa pendaki lain dikabarkan muncak, tapi banyak juga yang membatalkan diri. Jadi, perjalanan kami hanya sampai disini. Setelah mengisi persediaan air dari sumber air, kami pesta masak-makan-minum.

Oya, pendapat saya mengenai keputusan pihak Pemda membangun WC persis di dekat sumber air adalah kampret. Sejatinya sumber air itu dijaga dan dijauhkan dari yang kotor-kotor, kok malah bangun WC geje, sudah rusak pula sekarang. Teguh punya usul sebaiknya ditentukan sebuah area khusus tempat buang air yang agak jauh dari camp dan jauh dari sumber air. Jadi tempatnya jelas, biar gag melangkah salah-salah nginjek kotoran.

Setelah makan minum sambil canda tawa, kami packing lagi, bersiap-siap turun gunung. Kami mulai turun sekitar jam setengah 11 siang.

Waktu berjalan cepat dan kami sampai di pos 2. Kami masak makan siang di sini, dan mengambil air dari sumber air yang mesti disaring dengan kapas. Kalau tidak, airnya dicemari pasir dan tanah.

Setelah makan-makan dan canda tawa (yang kemudian saya mengambil kesimpulan, bagian paling asik dari perjalanan ini adalah saat kami istirahat masak-makan-minum dan ngobrol ngalor ngidul.) di pos 2, kami lanjut pulang.

Kami sampai di Sembalun pada saat petang. Setelah istirahat sambil nungguin beberapa anggota ekspedisi pada mandi, kami berangkat pulang. Kami ucapkan terima kasih kepada pihak penginapan yang telah meminjamkan alat makan, sleeping bag, dan parang (eh maaf parangnya hilang). Saya tidak ingat kami mulai cabut dari Sembalun jam berapa. Saya tidur ayam terus selama dibonceng motor (mohon jangan ditiru. berbahaya, kisanak). Yang jelas saya sampai rumah sekitar pukul setengah 1 dini hari.

Esok senin masuk kantor seperti zombie, dan esok selasanya saya ketemu lagi sama Teguh sambil saling menyerang-tekan paha.

Hahah, sure, it was fun.

Nah, secara sepihak saya menetapkan, salah satu program kerja Kaipang pada tahun 2013 adalah kopdar di Gunung Tambora.

Dilaporkan oleh piko yang dipipisin monyet. Kredit foto kepada ponsel pintarnya Yan.

4 Responses to “Kudeta Kopdar 12-14 OKtober 2012 @ Gunung Rinjani”


  1. 1 Kuncoro Oktober 21, 2012 pukul 7:22 pm

    ajippppppp……

  2. 2 berhanda Oktober 22, 2012 pukul 8:30 am

    teguh ini seumuran siapa? koq kadang manggilnya pak teguh…kadang teguh doang *scroll scroll*

  3. 3 piko Oktober 22, 2012 pukul 11:45 am

    Seumuran Yan barangkali.

  4. 4 rayaadawiah Oktober 25, 2012 pukul 9:49 am

    seruuu banget kopdaran sambil hiking gini..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s





%d blogger menyukai ini: