Archive for the 'berita' Category

Kita Masih Hidup Kok

Kita cuma pindah aktifnya ke social media, whatsapp, dan semacamnya. 😀

Trusty Tahr Release Party!

Yak, akhirnya setelah sekian lama tidak mengadakan acara release party, minggu kemarin (22 Juni 2014) KPLI NTB bersama FOSSI Lotim didukung STT Hamzanwadi mengadakan Trusty Tahr Release Party di kampus STT Hamzanwadi, Pancor – Lotim. Dari Mataram, yang berangkat adalah pak Ajoeh, pak Okky aka Berhandang (yang dengan susah payah digaet keluar rumahnya), Ketupang, Cepul dan saya sendiri. Senang sekali mendapati atmosfer open source di Lotim begitu menggairahkan, sampai saya lupa bahwa ada juga komunitas Linux Selaparang yang dulu pernah kami kunjungi. Mestinya diajak juga tapi ya sudahlah. Mudahan di kesempatan berikutnya komunitas Linux Selaparang dan komunitas lainnya yang memiliki visi yang sama dapat ikut berkumpul.

Terima kasih kepada bapak Deni Marswandi, Aswan Editri, dan kawan-kawan FOSSI atas inisiatifnya mengadakan acara ini. Sejatinya acaranya ini disulut saat Trusty baru dirilis, namun karena berbagai hal, baru sekarang dapat dilaksanakan. Semoga semangat komunitas ini dapat terus kita bakar-bakar.

Bersama tulisan ini pula saya mengumumkan bahwa telah diresmikan berugak saingan Sevenwonder persembahan Berhandang yang dinamakan “Upstair”, lokasinya persis di atas atap rumah Berhandang. Mari kita kopdar di sana di kesempatan selanjutnya. 😀

dilaporkan oleh Piko yang tadi lupa sahur.

Migrasi Warnet Kedai Digital Ke GNU/Linux

Kedai Digital, Jalan Kartini no: 18 Dompu Nusa Tenggara Barat.

Pemilik: Aba Lis (Mukhlis https://www.facebook.com/mukhlis.kedai)
Unit: 9 Unit (8 klien 1 billing)
Game Online: Ya (Steam)
File Sharing: Ya (samba)
Print Server: Ya (CUPS)
Mesin Fotokopi: Ya (Canon iR5000i dengan CUPS lewat LAN)
Sistem Operasi: Debian Wheezy 7.5 Gnome
Mandor Proyek: edzlapz (Edhi Kurniawan – https://www.facebook.com/edhidompu.bada)
Kuli Proyek: edzlapz juga
Pembantu Umum: blek

TOTAL BIAYA:
25 bungkus rokok, 47 gelas kopi, 30 donat, 25 nasi bungkus, 5 bungkus kacang, 11 botol teh, 120% cinta dan persahabatan.

Freezing system menggunakan Dafturn Ofris.
http://sourceforge.net/projects/dafturnofris-id/

Billing system menggunakan GBilling.
http://gbilling.sourceforge.net/

Berkas-berkas GBilling yang sudah dikompail untuk dapat berjalan di Debian Wheezy 7.5 untuk arsitektur x86 bisa didapatkan melalui:

Client – http://dompu.org/gudang/gbilling-client_0.3.2-1_i386_debian_wheezy_7.5.deb
Server – http://dompu.org/gudang/gbilling-server_0.3.2-1_i386_debian_wheezy_7.5.deb

migrasi-kedai-digital

Migrasi GNU/Linux, antara masalah teknis dan hasrat aktivis

Ketika saya dihubungi Pak Olan perihal migrasi sistem operasi di sebuah cabang perusahaan BUMN, hati saya berbunga-bunga. Sejak migrasi NTB Go Opensource beberapa tahun yang lalu (yang konon katanya tidak begitu berhasil), saya menginginkan sekali komunitas terjun langsung ke proses migrasi dan menjadi helpdesk, selain membantu secara langsung juga menambah pengetahuan dan pengalaman. Keinginan ini tidak tercapai, KPLI NTB hanya berkontribusi sebatas pada acara pelatihan. Pengalaman langsung proses migrasi tersebut akhirnya saya dapatkan sekarang, meskipun prosesnya terkesan mendadak dan tidak terencana. Saya dan Cepul berjuang selama lebih dari 2 minggu dengan 13 unit PC untuk menyelesaikan pekerjaan ini. Sejujurnya, kami kewalahan karena :

  1. Tidak ada survei terlebih dahulu / informasi lengkap mengenai bagaimana kondisi infrastruktur IT di cabang perusahaan tersebut.
  2. Tidak ada media percobaan untuk aplikasi/program khusus yang digunakan oleh perusahaan tersebut sebelum diimplementasikan langsung.
  3. Waktu yang sangat terbatas dan tuntutan kejar tayang.

Pada kenyataannya, cabang perusahaan tersebut sebenarnya sudah bermigrasi sebelumnya namun karena dukungan IT internal yang kurang baik dan beberapa masalah teknis yang tidak kunjung diselesaikan, beberapa unit kembali balik menggunakan Microsoft Windows. Jadi yang saya lakukan sebenarnya bukanlah proses migrasi, melainkan meluruskan jalan yang melenceng. Entah mengapa, sebenarnya saya tidak begitu bersemangat dibandingkan ketika membantu proses migrasi di Pemda Prov NTB.

Saya tidak akan menjelaskan secara detail sesuatu yang berkaitan dengan privasi perusahaan. Berikut saya lampirkan hal-hal penting menyangkut proses migrasi tersebut.

Sistem Operasi

Sistem operasi yang direkomendasikan dari pusat perusahaan adalah Ubuntu 9.10, tapi kami bersikeras pada pendapat bahwa mempertahankan versi lawas untuk penggunaan Desktop adalah tidak keren. Banyak masalah bisa diselesaikan jika mengikuti perkembangan versi (misal tersedianya paket di PPA untuk rilis-rilis tertentu).

Jadi kami memutuskan untuk menggunakan Ubuntu 12.04 LTS, selain solid, dukungannya juga masih sangat panjang, yakni 2017. Panjang umur Precise! Masalah versi ini sebenarnya cukup memusingkan tatkala kami mesti menyambungkan file sharing PC Ubuntu 9.10 dengan PC Ubuntu 12.04. Versi Samba yang terpaut jauh ternyata tidak selalu akur.

Untuk desktop, kami menggunakan Gnome Classic (No Effect) atau MATE agar pengguna yang sudah familiar dengan versi 9.10 bisa beradaptasi dengan cepat.

Dosemu

Aplikasi khusus perusahaan tersebut (untungnya) berjalan di bawah DOS dan Dosemu berperan penting di sini. Lupakan WINE, kami membuat Dosemu menjadi default untuk berkas berekstensi *.EXE. Entah kami mesti jengkel atau salut dengan programmer-nya yang old-styled.

Encoding CP-437

CP-437 adalah encoding yang umum digunakan di program DOS/Windows 3.1, set karakter asli dari IBM PC. Aplikasi khusus perusahaan tersebut menghasilkan berkas laporan dalam berkas berekstensi *.TXT dengan encoding CP-437. Berkas laporan tersebut berisi tabel-tabel rumit yang garisnya dibentuk oleh karakter-karakter khusus. Terpujilah masa lalu. Ini benar-benar membuat pusing. Satu-satunya (sejauh yang saya coba) aplikasi penyunting teks yang bisa membuka berkas encoding CP-437 dengan “sempurna” adalah sublime_text, sayangnya sublime_text tidak menyediakan fasilitas mencetak.

Solusi yang kami temukan adalah mengkonversi berkas tersebut ke UTF-8 dengan script kecil berikut :

#!/bin/bash
cd /home/user/path/to/files/

SAVEIF=$IFS
IFS=$(echo -en "\n\b")

for file in $(ls *TXT)
do
  name=${file%%.TXT}
  iconv -f CP437 -t UTF-8 $name.TXT > $name.print
  mv $name.print ~/Desktop/
done

Kemudian membiarkan Gedit melakukan sisanya. 🙂

Jika pada Ms. Windows, font yang cocok untuk printer dotmatrix dan tabel dalam CP-437 adalah Courier New, maka di GNU/Linux, Freemono adalah yang paling cocok dan mirip.

Printer

Berikut daftar printer yang digunakan :

  1. LQ2180 (didukung langsung)
  2. LX300 (didukung langsung)
  3. Canon iP1980 (paket proprietary)
  4. Canon MP250 dan sebangsanya (paket proprietary)
  5. Epson Tx121 (paket proprietary)
  6. HP Deskjet Ink Advantage – lupa type (didukung langsung)

Dari keseluruhan printer Inkjet, saya sangat merekomendasikan printer merek HP. Bukan ngiklan, tapi semua fitur penggerak printernya memang sangat lengkap dan juga bebas, dan yang paling memudahkan, sudah tersedia langsung di setiap distribusi populer. Berbeda dengan penggerak proprietary Canon, yang mesti diunduh terpisah dan fiturnya lebih lengkap di versi Ms. Windows.

Bahkan setelah migrasinya selesai satu persatu, kami masih kewalahan menerima panggilan telepon dan bolak-balik sana-sini untuk menangani langsung masalah yang tersisa. Untungnya sekarang sudah selesai dan kami menerima sejumlah dana yang dibayarkan, disisihkan sebagai upeti untuk Kekaisaran Kaipang. 😀

Reblog dari blog penulis : http://blog.pdft.net/2013/11/migrasi-gnulinux-antara-masalah-teknis-dan-hasrat-aktivis/


RSS Linux Tutorial

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Sahabat Kaipang


%d blogger menyukai ini: