Archive for the 'Program Kerja' Category

Kopdar Perjuangan, 03-04 Februari 2012

Bosan tentang kabar kopdar di Pulau Lombok? Bagaimana kalau sekali-sekali ada kopdar di pulau Sumbawa. Seperti yang diketahui umum, anggota kaipang di pulau Sumbawa rata-rata terpisah satu sama lain dengan jarak minimal 60 kilometer jalan darat. Yoi, anda tidak salah dengar. Minimal. Dan kalau anda masih menanyakan kondisi jalannya secara fisik seperti apa, anda pasti ga ikut ILC2011.

Jadi, untuk kopdar yang dihadiri empat orang saja, pak Olan harus bawa mobil (dulu motor, tapi sekarang udah beli Mobil, katanya sih buat dinas kaipang 😛 ) dari ujung paling timur propinsi NTB, Sape, untuk menjemput pak Ram di Cenggu, yang kemudian mengarah ke Dompu untuk menjemput saya, Blek, dan temu kangen dengan Ukang (yang ga bisa lanjut ikut kopdar karna kudu jaga kebun Cyber). Dari sana, keduanya saya sopiri ke Calabai, ujung utara pulau Sumbawa, untuk bertemu Teguh.

Agenda kopdar:
1. Dengerin lagu Iron Maiden dan AKB48 di sound system mobil baru pak Olan.
2. Motret.

Ha? Motret? Yoi. KPLI-NTB itu kepanjangannya Komunitas Photographer Laknat Indonesia – Nusa Tenggara Barat.

Oh ya, waktu yang diperlukan untuk kopdar ini adalah dua hari.

Iklan

ILC 2011 Go Opensource (?)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

ILC termurah, paling dahsyat, paling indah, paling keluar pakem, dan paling kejam yang pernah diselenggarakan sudah terlaksana. Dua utusan, masing-masing dari Malang dan Makassar membuktikan niatnya adalah yang paling wahid. Yudha Satya Amiputra dan Asrar Abukhair, sesungguhnya Yang Mulia Ketua Kaipang Amrin Zulkarnain RA bersabda: “Telah kalian lihat laki-laki yang mampu memasak dengan peralatan berkebun dan telah pula kalian saksikan laki-laki yang ikhlas merangkak ratusan kaki melewati karang-karang tajam menuju bibir pantai, maka niscaya, pintu Bumi Gogo Rancah akan selalu terbuka bagi mereka.”

Hasil ILC dan laporan biaya penyelenggaraan dapat dilihat di:
http://ntb.linux.or.id/ilc2011/laporan-dokumentasi.html

Natty Release Party!

Gili Terawangan Go Open Source

Untuk sukuran Jeni jadi PNS, jeni beli sepatu baru dan kemudian bokek, KPLI NTB bekerjasama dengan… errr.. Dengan siapa ya? ah sudahlah, menyelenggarakan acara Gili Terawangan Go Open Source, yaitu acara mengajari mbak Yeni snorklingan, eh, maksudnya diving kali  ya… Soalnya ybs (ke)masukan air berkali-kali.

Btw, sebenarnya sebagai sebuah organisasi bonafid dengan kas yang lebih dari 0.5 juta rupiah, KPLI NTB seharusnya menginap di Villa Ombak, dan entah kenapa malah menginap di Homestay Rumah Hantu, satu kamar berenam… THIS IS SO WRONG, MAN…

Setelah siang, bala bantuan pangan akhirnya datang dari Mamiq yang bawain pisang sale.

Sempat pula Mamiq berfoto bersama “sumur” terdekat…

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Maverick Release Party KPLI NTB

Maverick Release Party KPLI NTB yang digelar hari ini, 31 Oktober 2010 di STIKES Hasanuddin Mataram, berjalan sukses. Target terpenuhi, peserta yang datang cukup banyak, beberapa peserta merupakan peserta migrasi Pemprov beberapa waktu lalu.

Acara dibuka oleh saudara Sapto, dilanjutkan dengan materi pengenalan Maverick oleh Ketua KPLI NTB, Amrin Zulkarnain, Instalasi oleh Piko, diselingi bagi-bagi doorprize (dari Pak Okky) berupa kaos keren untuk para peserta.

Ketupang on action

Peserta

CD maverick dan snack

remaster maverick Kaipang

Kekurangan dan kendala :
1. Sebagian peserta agak sedikit bosan (karena pernah menjadi peserta migrasi pemprov dan sudah mengenal linux)
2. Pembawa materi agak gugup.
3. Kurangnya tenaga untuk memandu instalasi di komputer/laptop peserta.

Akhir kata yang paling menggembirakan, KSL Unram dideklarasikan setelah acara selesai, seperti yang telah ditulis di postingan blog Kaipang sebelumnya. Semoga KSL ini bisa berjalan dengan semangat yang sama dengan KPLI NTB.

Ayo Hadiri: Maverick Release Party KPLI NTB

Seminar/Workshop dan Diskusi dalam rangka menyambut rilis Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat.

Rangkaian Acara:

  • Introducing Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat
  • Instalasi Ubuntu 10.10
  • Pengenalan Desktop Ubuntu 10.10
  • Diskusi Terbuka

Tempat dan Waktu Kegiatan:

Seminar diadakan di Aula SMK/STIKES Hasanuddin Mataram, pada Hari Minggu, Tanggal 31 Oktober 2010
Mulai Pukul 09.00 WITA sampai selesai
Donasi Rp 10.010,-
mendapatkan: CD Ubuntu 10.10, Snack, Sertifikat

Pendaftaran Langsung:

  • Epul (Unram) – 0819 3673 6997
  • Amrin (Stikes Hasanuddin) – 0812 3788 6514
  • Wibi (STMIK Bumigora) – 0812 3456 7894

Pendaftaran Online:

  1. Transfer Rp 10.010,- ke BCA No Rek 232 020 6459 atau BNI 020 452 8224 an Amrin Zulkarnain.
  2. Konfirmasi via SMS (sertakan nama lengkap) ke 0812 3788 6514.
  3. Simpan slip/bukti transfer sebagai syarat pengambilan sertifikat.

Peserta dibatasi maksimal 50 orang, batas pendaftaran 29 Okt 2010

Lokasi (Peta) Kegiatan

Peta Lokasi Maverick Release Party

Peta Lokasi Maverick Release Party

Migrasi OSS Kabupaten Sumbawa 11 – 15 Oktober 2010

Setelah menyelesaikan kontrak untuk mendampingi “migrasi” OSS yang diselenggarakan oleh Pemprov NTB di Gedung Sangkareang, selama 5 hari (mungkin laporannya menyusul). Saya meluncur ke Sumbawa Besar menggunakan sepeda motor dengan modal nekad dan semangat petualangan, karena sungguh, ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Bumi-nya La Hami, pahlawan sabana yang pernah menghidupkan lamunan masa kecil saya (petualangan saya selama di Tana Sampela Samawa ini akan saya kisahkan di blog tersendiri).

Minggu siang, 10 Oktober 2010, saya tiba di Sumbawa Besar, dijemput oleh Mas Yanuar “Cingi-canga” Arafat bersama ajudannya Mas Teguh, anggota KPLI NTB yang bekerja di Kantor Pajak Pratama Sumbawa Besar, beliau adalah penghubung kami dengan pemkab selama disana.
Menyusul saya, berturut-turut datang Om Olan “Olanuxer” Wardiansyah, Farhan “Blek” Perdana, Ramiaji Lamsari, Furkan “Shinchi” Samada, mereka berempat adalah guardians dari Bima dan Dompu. Malamnya menyusul yang mulia – yang cantik Yeni Kusumawati, mewakili Kementrian Ristek dan Hasan Lamatungga, instruktur utama migrasi OSS ini. Selama di Bumi Sabalong Samalewa ini kami menginap di Hotel Tambora, tepat di seberang jalan kantor bupati.

Malam sebelum melepaskan penat, kami mendiskusikan apa-apa yang akan dilakukan dan pembagian tugas selama migrasi oss.

Senin, 11 Oktober 2010, di Aula Kabupaten Sumbawa Besar, telah hadir puluhan peserta pelatihan, undangan yang termasuk di dalamnya Kapolres, Dandim, Kepala-kepala SKPD dan lainnya. Pukul 9 lebih sedikit, acara dibuka dengan laporan panitia, sambutan kementrian ristek, dan pidato Bupati sendiri.

Tim migrasi OSS Pemkab Sumbawa

Tim migrasi OSS Pemkab Sumbawa 11 - 15 Oktober 2010

Setelah pembukaan yang saya rasa lebih meriah dibandingkan acara serupa minggu sebelumnya di Mataram – yang hanya di buka oleh Kabag apagitusayagaktausapa (saya bisa menyimpulkan keseriusan Bupati sendiri untuk melakukan migrasi menyeluruh di Kabupaten Sumbawa, ini ditindaklanjuti dengan rencana maintenance server pemkab yang dipercayakan kepada kami) acara dilanjutkan dengan diskusi panel seputar OSS dan implikasi hukumnya.

Bertindak sebagai pembicara dalam Diskusi panel adalah mbak Yeni Kusumawati (yang ini pasti saya ingat namanya he hehe), petinggi Kantor Pajak Pratama Sumbawa Besar, seorang lagi dari Kejaksaan (yang kebetulan saya kurang perhatikan namanya – karena sedang melamun he he he).

Setidaknya, acara berlangsung hidup dengan pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari peserta.

Baiklah saya singkat saja laporannya, karena …… saya sudah mengantuk!!!

Hari kedua, 12 Oktober 2010, pelatihan hari pertama dimulai. Peserta diajak mengenal lebih jauh apa itu GNU/Linux, bagaimana menginstal Ubuntu (sekedar bocoran: Ubuntu adalah official distro di tanah Bumigora, provinsi NTB) dan pengenalan desktop Ubuntu.

Hari ketiga, 13 Oktober 2010, peserta masih diajak mengeksplorasi desktopnya, melanjutkan instalasi dan troubleshooting perangkat keras dan lainnya yang tidak bekerja. Sayangnya, karena menggunakan distro SuperOS, remastering Ubuntu 9.10 yang agak “jadul”, banyak perangkat yang tidak bekerja dengan baik seperti wireless, sound, dan vga (sis) – sehingga, dengan terpaksa, beberapa laptop peserta dikarantina semalam di kamar kami untuk dioprek.

Hari keempat, 14 Oktober 2010, salah satu rekan kami, Farhan “Blek” Perdana absen karena terkena serangan gejala tifus, yang dicurigai terjadi setelah menyantap ayam goreng dari warung makan sebelah, dengan ikhlas saya menggantikan beliau mengisi materi tentang repository lokal selama 30 menit untuk para admin, karena waktu sudah menunjukkan pukul 16.29 WITA (praktis, selama berada di Sumbawa ini, saya hanya mengisi 30 menit saja dari total alokasi waktu untuk acara – ha ha ha).

What am I doing in 30 Minutes?

What am I doing in 30 Minutes?

Hari kelima, 15 Oktober 2010, kami melanjutkan materi hari sebelumnya tanpa kehadiran instruktur utama, Hasan L, karena beliau sudah kembali ke Jakarta pagi-pagi sekali. Acara berlangsung terpisah, seperti hari keempat, hanya saja, pada pukul 11.00 WITA acara ditutup dengan sedikit kata-kata yang menggugah inspirasi dan perpisahan dari panitia.

Salam Kebebasan,

amrinz signature

Laporan dari sudut pandang lain bisa di baca di:


Sahabat Kaipang

Iklan

%d blogger menyukai ini: