Archive for the 'tutorial' Category

Catatan Ngoprek dari Rumah Sakit

Jadi ceritanya, saya ditelpon Pak Kun, server yang setahun lalu saya pasangi CentOS 5.8 mulai macet. Muncul pesan galat saat membuka terminal baru, ‘There was an error creating the child process for this terminal’ yang berbuntut panjang; tidak bisa ssh, scp dan lainnya. Akar masalahnya karena /dev/pts tidak bisa di-mount dengan benar. Tapi anehnya, masalah tersebut hilang setelah saya mengomentari baris /dev/pts di fstab. Mungkin langkah mount sudah dimasukkan ke dalam proses booting di luar fstab. Masalah usai. Tapi tetap saja, Pak Kun dan Pak Maman minta pasang ulang.

Saya bawa DVD CentOS 5.8 yang sama dengan tahun lalu, setelah database dibackup (dengan susah payah) ke server cadangan lain, saya memasang ulang. Setelah kitar 2 jam ngalor ngidul sambil nungguin proses update ke 5.10 (Cepul datang juga sebentar terus ngilang), saya menyesal tidak membackup berkas-berkas konfigurasi penting, terutama konfigurasi BIND yang njelimet (itu sebabnya saya catat di sini).

Panduan garis besarnya, saya bergantung pada catatan di http://server-world.info/en/, sangat membantu.

Partisi

Dulu partisinya hanya satu. Sekarang dipisah, root dan var (partisi lebih besar, berkas aplikasi web dan database berada di bawah /var), ah, dan sedikit SWAP.

MySQL dan PHPMyAdmin

Karena CentOS 5.8 sudah termasuk jadul dan versi PHP-nya juga jadul, mau tidak mau PHPMyAdmin-nya (programmernya bergantung pada front-end ini) juga jadul, semaksimal yang bisa saya pasang yaitu versi 2.11.

Apache dan PHP

Masalah kedua muncul pada opsi register global. Jika anda yakin sudah menambahkan parameter register_globals on di berkas php.ini namun tidak berpengaruh apa pun , silakan letakkan baris di bawah ini di berkas httpd.conf :

php_flag register_globals on

Btw secara keamanan, mengaktifkan register_globals tidak disarankan. Tapi kalau aplikasinya sudah jadi dan bergantung pada itu, apa boleh buat. Fitur ini sudah dihapus di PHP sejak versi 5.4.

Setelan waktu

Saya bergantung pada layanan NTP dari LIPI, tinggal masukkan parameter ntp.kim.lipi.go.id di berkas /etc/ntpd.conf. Masalah waktu ini terlambat diurus alias lupa, sehingga menyebabkan data yang di-entry selama hampir dua hari jadi acak kadul dan merepotkan (maaf pak kun, ahem).

DNS

Agar petugas rumah sakit bisa langsung mengakses aplikasi dari domain, BIND diperlukan. Saya mengikuti panduan dari sini , penjelasannya begitu terang dan paling mudah dari panduan manapun yang pernah saya temukan di internet.

Firewall

DNS bekerja sempurna dari server itu sendiri, tapi tidak bisa digunakan oleh komputer lain dalam satu jaringan, maka anda perlu membukakan pintu firewall untuk port 53.

Aktifkan semua service yang diperlukan saat boot dengan

/sbin/chkconfig namaservice on

dan tambahkan parameter

onboot=yes

di berkas konfigurasi ethernet (/etc/sysconfig/network-scripts/)untuk ethernet kedua dan seterusnya, jika mau diakfitkan juga.

Selesai.

Ruangan SIRS

reblog dari http://blog.pdft.net/2013/12/catatan-ngoprek-dari-rsu-prov-ntb/

Membangun apt-web

Saya hanya menyalin tulisan dari berkas INSTALL.id.txt pada paket apt-web yang dibuat oleh Pak Fajran Imam Rusadi. Penjelasan di berkas tersebut sudah cukup baik, jadi rasanya tidak perlu menulis ulang, saya hanya menambahkan contoh konfigurasi pada apt-web.ntb.linux.or.id. Apt-web dapat diunduh di https://github.com/fajran/apt-web .

Kebutuhan
=========

1. Sistem yang terpasang apt-get. Apt-web membutuhkan apt-get dan apt-cache.
2. Web server dengan php4 (atau lebih baru)

Konfigurasi
===========

1. Atur nilai URL repositori yang akan dijadikan referensi, contoh
http://archive.ubuntu.com/ubuntu/

Buka berkas config.php dan atur nilai $_repo_mirror_base.

2. Jika Anda ingin menambah repositori baru, lakukan langkah berikut.

a. Masuk ke direktori virtual/

      $ cd virtual

b. Salin direktori “base” ke sebuah direktori baru

      $ cp -a base ubuntu-8.04-i386

c. Sunting berkas sources.list di dalam direktori tersebut.

      $ cd ubuntu-8.04-i386
      $ cat sources.list
      deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy main restricted universe multiverse

Pastikan menggunakan referensi URL repositori yang diatur dalam
berkas konfigurasi. Jika Anda mengubah nilainya, pastikan Anda
memperbaharui seluruh repositori yang ada.

d. Letakkan berkas “status” (/var/lib/dpkg/status) dari sebuah sitem
yang baru diinstal.
e. Perbaharui indeks.

      $ apt-get -c apt.conf update

f. Perbaharui berkas konfigurasi config.php. Tambahkan repositori baru
dalam variabel $_repo_list.

      $_repo_list = array(
        array('repository-directory', 'Deskripsi repsitori'),
        array('ubuntu-8.04-i386', 'Ubuntu 8.04 "Hardy Heron" i386')
      );

3. Jika Anda ingin menambah mirror baru, ubah variabel $_mirror_list dalam
berkas konfigurasi config.php

   $_mirror_list = array(
     array('http://url.mirror/ubuntu/', 'Nama Repositori'),
     array('http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/', 'KAMBING.ui.ac.id')
   );

Tambahan

Contoh konfigurasi config.php pada http://apt-web.ntb.linux.or.id :

Update : wordpress.com menolak kode sumber php meskipun saya sudah mengapit dengan tag


. Silakan melihat contoh di http://blog.pdft.net/2013/11/membangun-apt-web/

Memasang PlanetPlanet di Shared Hosting

Saya berniat membuat feed aggregator untuk blog teman-teman Kaipang dan mencoba plugin-plugin dari wordpress. Tapi tidak ada yang sesimpel, sebagus, dan terutama sekhas planet dengan hackergotchi-nya. Rata-rata, komunitas perangkat lunak terbuka mempunyai feed aggregator sendiri untuk blog pengembangnya dan mereka menggunakan planet. Misal seperti :

dan lain sebagainya.

Yep, planet.ntb.linux.or.id sudah up! Belum keren benar sih, CSS-nya belum dibenahin.

Planet dapat diunduh di http://planetplanet.org. Pasang/unggah berkas-berkas planet ke server anda, ke path yang dikehendaki. Planet berbasis python dan pada mulanya saya mengira script python tersebut mesti dijalankan via browser, seperti halnya django. Ternyata tidak demikian. Terberkatilah otak saya yang bego ini.

Cara kerja planet adalah, kita mengkonfigurasi berkas config.ini, melengkapinya dengan umpan rss yang ingin kita kumpulkan, membuat cron job untuk menjalankan script planet yang mana akan meng-generate sebuah berkas html yang sudah lengkap dengan kumpulan umpan RSS. Berkas html itulah yang dikonsumsi publik.

Di shared hosting, python memang tidak tertulis sebagai fitur di cpanel, tapi mengingat betapa python sudah menjadi dependensi yang hampir selalu ada di setiap distribusi GNU/Linux, terutama server, maka bisa dipastikan, pada shared hosting tersebut python bisa dijalankan, meski pun tidak secara langsung.

Di shared hosting saya, juga tidak disediakan fitur akses shell. Jadi satu-satunya jalan adalah saya mencoba menjalankan perintah python tersebut di fitur cron dan menunggu outputnya via email.

Saya menggunakan perintah berikut untuk dicron setiap 12 jam.

python /home/username/public_html/planet/planet.py /home/username/public_html/planet/examples/fancy/config.ini.

Awalnya, karena tidak sabaran, saya men-set cron untuk berjalan setiap menit supaya bisa lihat langsung hasilnya. Akibatnya fatal, CPU load-nya full terus dan situs menjadi sulit diakses, termasuk cpanel. Jadi untuk testing-lihat-langsung, saya kira interval 3-5 menit sudah cukup. Mesti sabar. ๐Ÿ˜›

Satu lagi catatan untuk konfigurasi planet pada berkas config.ini, mengganti setiap path di berkas tersebut dengan path absolute adalah sangat disarankan. Pada kasus saya, tanpa melakukannya, skrip planet.py hasilnya random, kadang berhasil kadang gagal (gagal mendeteksi berkas yang diperlukan). Konfigurasi selebihnya sudah dijelaskan dengan gamblang pada komentar di berkas config.ini.

Contoh output cron yang berhasil dan saya terima di email :

DEBUG:planet.runner:Socket timeout set to 50 seconds
INFO:planet.runner:Loading cached data
INFO:planet:Feed <http://doomplo.linux-id.net/feeds/posts/default> unchanged
INFO:planet:Updating feed <http://amrinz.wordpress.com/feed/>
DEBUG:planet:Last Modified: 2013-09-30T08:33:24+00:00
DEBUG:planet:Items in Feed: 8
INFO:planet:Feed <http://blog.pdft.net/feed/> (formerly <http://blog.pdft.net/feed>) unchanged
INFO:planet:Updating feed <http://furkan.dompu.info/feeds/posts/default>
DEBUG:planet:E-Tag: W/"D0YGR3k4cCl7ImA9Wh5SGUk."
DEBUG:planet:Last Modified: 2013-10-16T17:38:46+00:00
DEBUG:planet:Items in Feed: 25
INFO:planet:Feed <http://blackclaw.wordpress.com/feed/> unchanged

INFO:planet.runner:Processing template /home/username/public_html/planet/index.html.tmpl
INFO:planet.runner:Writing /home/username/public_html/planet/index.html
INFO:planet.runner:Processing template /home/username/public_html/planet/examples/atom.xml.tmpl
INFO:planet.runner:Writing /home/username/public_html/planet/atom.xml
INFO:planet.runner:Processing template /home/username/public_html/planet/examples/rss20.xml.tmpl
INFO:planet.runner:Writing /home/username/public_html/planet/rss20.xml
INFO:planet.runner:Processing template /home/username/public_html/planet/examples/rss10.xml.tmpl
INFO:planet.runner:Writing /home/username/public_html/planet/rss10.xml
INFO:planet.runner:Processing template /home/username/public_html/planet/examples/opml.xml.tmpl
INFO:planet.runner:Writing /home/username/public_html/planet/opml.xml
INFO:planet.runner:Processing template /home/username/public_html/planet/examples/foafroll.xml.tmpl
INFO:planet.runner:Writing /home/username/public_html/planet/foafroll.xml

Kemudian silakan dicek berkas html yang berhasil di-generate. ๐Ÿ™‚

Mas Willy Permana atas bisikannya yang sakti. ๐Ÿ˜€

Repost dari :
[0] http://blog.pdft.net/2013/10/memasang-planetplanet-di-shared-hosting/

Build System untuk freepascal di Sublime Text

Meskipun hasil kompilasinya kadang-kadang berbeda dengan turbo pascal (yang bahkan sudah discontinued) yang dipakai dan disarankan oleh dosen, saya bersikeras tetap menggunakan fpc (freepascal) dan berusaha mencari lingkungan yang nyaman untuk itu.

Pilihan pertama jatuh pada Geany, yang secara default mendukung fpc plus tombol “compile” dan “run”-nya yang mudah dijangkau. Tapi lagi-lagi saya jatuh cinta pada Sublime-text, terutama pada kesederhanaan dan fitur distraction mode-nya. Sublime-text mendukung sintaks pascal namun secara default tidak mendukung kompilasi langsung. Untungnya Sublime-text sangat fleksiblel, menyediakan fitur untuk membuat lingkungan build sendiri dengan dukungan regex. Setelah baca-baca dokumentasi dan otak-atik sedikit, jadilah ini.

{
“cmd”: [“fpc”, “$file”],
“file_regex”: “^[ ]*File \”(…*?)\”, line ([0-9]*)”,
“selector”: “source.pascal”
}

Simpan di ~/.config/sublime-text-3/Packages/User/ dengan ekstensi *.sublime-build, misal fpc.sublime-build. Berikutnya tinggal dipilih di Tools>Build System>fpc. Jalan pintas kompilasi dengan kombinasi tombol Ctrl+B dan eksekusi hasilnya via terminal.

Referensi :

[0] : http://sublimetext.info/docs/en/reference/build_systems.html

repost dari http://blog.pdft.net/2013/10/build-system-untuk-freepascal-di-sublime-text/

Streaming OUYA audio via blueman’s A2DP receiver plugin @ Slackware 14.0 32 bit

g3052Setelah menerima perangkat OUYA dari Mas Yan, saya jadi bingung sendiri. Memang benar di saya ada hdmi2vga converter yang sepaket sama Raspberry kiriman Mas Willy kemarin. Panik selanjutnya disebabkan karena OUYA tidak menyediakan port audio tersendiri, semua jadi satu di port HDMI. Minggu pertama saya bermain tanpa suara. Setelah keluyuran di mesin pencari Google, saya mendapati headset bluetooth bisa digunakan di OUYA, artinya tidak menutupi audio dari OUYA distreaming ke perangkat yang disimulasikan sebagai penerima audio via bluetooth. Untungnya, Blueman — Bluetooth Manager untuk desktop di GNU/Linux — sudah mendukung ini, dengan syarat pulseaudio terpasang.

Sayangnya, blueman bawaan Slackware 14.0 yakni versi 1.20 masih mempunyai kutu yang menjengkelkan, yaitu gagal mendeteksi versi pulseaudio dengan benar (di Debian dan Ubuntu, kutu ini sudah dipatch). Maka saya mengambil rilis blueman yang terakhir (1.23) dari upstream dan mengkompilasi sendiri. Setelah blueman 1.23 terpasang, saya mendapatkan galat saat menjalankan blueman-applet.

Traceback (most recent call last):
File "/usr/bin/blueman-applet", line 37, in <module>
from blueman.Constants import *
ImportError: No module named blueman.Constants

Hal ini karena make install meletakkan modul tersebut di path yang berbeda dengan aturan distribusi Slackware. Pindahkan saja. (Constants.py terletak di /usr/local/lib/python2.7/site-packages/blueman/)

mv /usr/local/lib/python2.7/site-packages/* to /usr/lib/python2.7/site-packages/

Sekarang tinggal jalankan blueman-applet, kemudian mengaktifkan plugin pulseaudio dan service A2DP.

ouya-blueman-plugin

ouya-blueman-service

Kemudian pair dengan OUYA, pilih sebagai Audio Source.

ouya-bluetooth-receiver

Selanjutnya gunakan pavucontrol (bisa didapatkan di SBo) untuk mengatur volume dan sebagainya.

UPDATE :

Untuk permainan yang memakan banyak kinerja CPU, terutama yang 3D, audio latency-nya terasa sekali, bahkan hampir 1 detik. Untuk game-game ringan seperti TowerFall atau Wormhell, audionya lumayan lancar. Apakah mungkin men-sideload aplikasi yang bisa mengatur prioritas CPU setiap aplikasi ke OUYA dan mengatur agar service bluetoothnya mendapat prioritas tinggi? Nanti kita coba. Saya juga jadi bertanya-tanya apakah kabel HDMI bisa di-split dengan kasar begitu saja.

chmod -R 777 /

20130714_002b
Saya dapat klien dadakan, dari kantor cabang kecil sebuah BUMN. Pengganggu hari libur. Hanya karena seseorang mengetik perintah “chmod -R 777 /”, sorenya saya bisa beli buku bacaan baru.

Sebenarnya, ketika diberitahukan masalahnya, saya ragu, mau menolak job ini dan berpikir mau pulang saja. Sistem root (/) yang diberi permission 777 secara rekursif sulit dikembalikan seperti semula. Asumsinya, sistemnya sudah benar-benar kotor. Karena ini pengalaman pertama, saya coba dulu.

Dampak dari perintah chmod -R 777 /
Kesalahan ini dilakukan di atas Ubuntu 9.10, yang repositorinya sudah tidak lagi disupport updatenya. Saya sempat menawarkan reinstall sekalian upgrade ke 12.04, hasilnya lebih bersih ketimbang mencoba memperbaiki yang sudah rusak ini, tapi empunya menolak. Sistem tampaknya benar-benar parah, dari laporan pengguna saja : printer tidak bisa dipakai lagi, internet tidak bisa tersambung, tidak bisa menjalankan sudo, tidak bisa memount flashdisk secara otomatis, tidak bisa reboot dan mematikan sistem. Setelah reboot beberapa kali, sistem tidak bisa dibooting sama sekali, macet di initram. Sempurna.

Solusi
Karena tidak bisa masuk ke sistem, bahkan dari recovery mode, jalankan live sistem dengan usb flashdisk, kaitkan partisi rootnya, dan kembalikan permissionnya dari sana.

chmod 0755 /
chmod 0755 /*
chmod 1777 /tmp
chmod 0750 /root
chmod 0700 /lost+found

Itu permission penting yang umum saja, di bawah itu, di antara labirin direktori, masih banyak yang perlu dibenarkan secara khusus. Kemudian restart, sampai di sini, sistem aslinya sudah bisa booting. Sudah bisa menghidupkan eth0. Tapi masih gagal menjalankan sudo dan network-manager. Hanya karena masalah sudo ini, saya mesti mengubah permission dengan sangat repot. perintah sudo memunculkan galat ‘must be setuid’, dan su dengan galat ‘must be setgid’. Balik lagi ke livecd dan ganti permissionnya satu-satu.

chown root:root /usr/bin/sudo
chmod 4755 /usr/bin/sudo
chown root:root /usr/bin/su
chmod 4755 /usr/bin/su
chmod 0440 /etc/sudoers

Sampai di sini, sudo sudah bisa dipakai. Selanjutnya saya beruntung. Karena 9.10 sudah terlalu lawas dan tidak disupport lagi, saya pikir pastilah update terakhir yang dirilis cukup banyak, dan bisa menggantikan paket-paket penting yang permissionnya sudah rusak (yang melelahkan kalau diselesaikan satu per satu). Ternyata benar, hampir 300MB paket update, barangkali akan menggantikan sebagian besar paket. Saya menyambungkan ethernet dengan modem. Karena terbiasa di slackware, saya mudah mengingat perintah untuk ini :

#anggap saja modem memiliki IP 192.168.1.1

sudo ifconfig eth0 192.168.1.2
sudo ip route add default via 192.168.1.1
sudo echo “nameserver 8.8.8.8” > /etc/resolv.conf

Selanjutnya tinggal mengupdate sistem dari Update Manager. Kemudian restart. Ternyata berhasil, CUPS sudah bisa berjalan lagi, flashdisk sudah bisa dikait otomatis, dan sudah bisa reboot/halt dengan normal. Hanya saja network-manager-gnome masih bandel tidak mau jalan. Karena keterbatasan waktu, saya terapkan cara singkat, dengan memasukkan ketiga baris perintah untuk ethernet tersebut ke rc.local. IP statis, paten. Say goodbye to network-manager-gnome.

Hasilnya, secara fungsi yang dikehendaki, sistemnya sudah bisa digunakan. Tapi sebenarnya masih kotor, di antara sela-sela hutan direktori, pasti masih ada permission yang salah dan perlu dibenarkan. Mana kita tahu sampai galat tentang hal itu muncul.

Saya pulang, dan buku The Naked Traveler sudah ada di tangan saya. Terima kasih untuk linuxquestion.org dan penghuninya yang aktif berdiskusi.

Panduan Umum Menjadi Pengguna Linux yang Baik

Memulai Persiapan Migrasi Dari Sistem Operasi Lain

  1. Dua alasan utama untuk bermigrasi ke GNU/Linux adalah : masalah pembajakan perangkat lunak dan efesiensi dana. Anda sudah tahu betapa banyaknya perangkat lunak bajakan beredar di masyarakat (bahkan dianggap sudah biasa, dan anda menggunakan salah satunya), paham mengapa hak ciptaintelektual mesti dihormati, dan perlu efesiensi dana di bidang teknologi (terutama untuk skala korporat), maka anda disarankan mengambil langkah untuk bermigrasi ke GNU/Linux. Jika anda diajak oleh rekan anda untuk menggunakan GNU/Linux, ada baiknya anda memahami filosofi perangkat lunak bebas.
  2. Pahami resiko yang mungkin muncul. Salah satunya dukungan perangkat keras. Meskipun dewasa ini kernel Linux sudah mendukung sangat banyak perangkat keras, ada beberapa yang mungkin masih kurang sempurna, dan bahkan belum didukung sama sekali. Anda bisa mengecek di internet, apakah perangkat keras anda didukung oleh GNU/Linux. Resiko besar lainnya adalah masalah adaptasi.

Memulai Menggunakan GNU/Linux

  1. Pilihlah salah satu distribusi yang paling populer. Distribusi yang populer biasanya mempunyai dukungan, komunitas dan dokumentasi yang lebih baik. Contoh distribusi GNU/Linux (selanjutnya disebut distro) antara lain Debian, Ubuntu, Opensuse, Fedora, Slackware, dan lainnya (bisa dicek di distrowatch.com). Beberapa distribusi sangat ramah pengguna, beberapa yang lain menonjolkan stabilitas dan kadang mengabaikan kemudahan penggunaan
    Contoh distribusi yang ramah pengguna :Ubuntu, Fedora, OpensuseContoh distribusi yang kurang ramah pengguna :Slackware, Arch, GentooDistro yang kurang ramah pengguna biasanya menyediakan kesempatan belajar yang lebih luas karena seringnya pengalaman pengguna bersentuhan dengan perintah shell. Hal ini sebenarnya sangat relatif, tergantung kebutuhan pengguna.

    Jika anda masih bingung, ambil jalan terpendek : pilih distro yang paling banyak dipakai oleh orang-orang di sekitar anda. Dengan demikian, jika anda menemui kesulitan dan lainnya, anda mudah mencari tempat bertumpu.

    Jika sudah mantap dengan distro pilihan, usahakan jangan terlalu sering menggonta-ganti distro. Pilihlah satu dan jadilah seorang ahli dari distro tersebut.

    Hal ini mungkin juga berlaku untuk pemilihan Desktop Environment. Di GNU/Linux ada banyak dan pilihannya lumayan memusingkan pengguna awam. Coba beberapa, adaptasi, pilih salah satu dan cintailah.

  2. Pasang distro pilihan anda di komputer anda. Cari panduan yang tepat di internet, atau mintalah rekan anda memandu langsung jika ragu. Jangan lupa membackup data terlebih dahulu (PENTING). Jika anda merasa belum bisa sepenuhnya meninggalkan Windows/Mac, anda bisa memasang dualboot (dua sistem operasi dalam 1 komputer, bahkan bisa lebih (disebut multiboot))..
  3. Jika anda baru bermigrasi dari sistem operasi lain, mungkin hal pertama yang memenuhi pikiran anda adalah, โ€œAdakah aplikasi alternatif dari aplikasi yang saya gunakan di sistem operasi sebelumnya (windows atau mac)?โ€ Jawabannya adalah, sebagian besar, ada. Alternatif untuk aplikasi umum, seperti aplikasi perkantoran, pemutar multimedia dan banyak lainnya, tersedia di platform GNU/Linux. Anda mungkin akan menemukan betapa berbedanya aplikasi tersebut. Karena ini disebut migrasi, maka adaptasi adalah hal mutlak. ๐Ÿ™‚
  4. Selanjutnya biasakan diri anda sehari-hari menggunakan GNU/Linux. Jika anda sudah terbiasa, familiar dengan sistem GNU/Linux, dan masalah ketergantungan pada aplikasi bajakan teratasi, mungkin anda tidak keberatan untuk beralih ke single boot, dengan begitu hanya ada GNU/Linux di komputer anda (tidak direkomendasikan jika Windows anda original, apalagi jika Mac OS X di perangkat Mac).
  5. Ikuti perkembangan! Teknologi tumbuh dengan cepat, tentunya anda tidak ingin ketinggalan berita mengenai fitur-fitur baru, dan berita lainnya. Anda dapat mengikuti perkembangannya di internet : dari website, mengikuti milis, bergabung di forum, maupun socmed. Secara berkala, anda perlu memperbarui sistem operasi anda, selain untuk memperoleh perbaikan kutu dan fitur baru, juga untuk menutup lubang keamanan yang ditemukan dari versi sebelumnya. Beberapa distro menyediakan notifikasi untuk pembaharuan perangkat lunak.

Jika Anda Menemui Kesulitan

  1. Di internet : Jika sesuatu tidak bekerja dengan baik, atau ada fitur yang dibutuhkan tidak ada, jangan terburu-buru melemparkan pertanyaan ke sebuah forum. pada umumnya, atmosfer forum tanya jawab di Internet berbeda dengan di dunia nyata. Usahakan mencari tahu jawaban/solusi dari permasalah dengan mesin pencari (misal dengan google), jika anda rasa sudah cukup usaha untuk itu, lemparkan pertanyaan ke forum dengan menyertakan detail permasalahan, berikut tindakan yang sudah anda lakukan. Detail ini membantu pengguna lain untuk memahami masalah anda.
  2. Di dunia nyata : anda beruntung jika di sekitar anda ada kelompok/komunitas pengguna GNU/Linux. Ajaklah kopdar (pertemuan secara langsung), berkumpul di suatu tempat. Orang-orang biasanya lebih ramah di dunia nyata ketimbang dunia maya. Jika tidak ada komunitas, kenapa tidak terpikir oleh anda untuk menjadi yang pertama mendirikan komunitas GNU/Linux di tempat anda? ๐Ÿ™‚

Jika Anda (Sudah Menjadi) Seorang Pengguna Mahir

  1. Kontribusi! Jadilah bagian dari kekuatan GNU/Linux dan perangkat lunak bebas. Kontribusi bisa dalam berbagai macam bentuk, antara lain : melaporkan kutu (dengan cara yang benar, usahakan laporkan di upstream)โ€™ menyumbangkan gagasan/ide, dan jika anda seorang pemrogram/perekayasa perangkat lunak : sumbangan kode, patch dan bahkan bergabung sebagai pengembang akan sangat membantu sebuah proyek, di samping hal itu akan mengasah kemampuan anda.
  2. Jika anda punya cukup waktu untuk menelusuri forum-forum, bantulah pengguna lain yang kesulitan dengan masalah mereka. Bantu dengan sopan, jelaskan dengan lugas sesuai tingkat pemahaman. Bagilah ilmu anda.
  3. Jika anda memandang GNU/Linux dan perangkat lunak bebas sebagai filosofi, kampanyekan. Anda harus paham sudut pandang pengguna awam (terutama yang akan bermigrasi dari sistem operasi lain) dan resiko kesalahpahaman maupun poin-poin minus dari GNU/Linux itu sendiri sebelum melakukannya. Ingat, tidak seharusnya anda memaksa pengguna lain untuk menggunakan GNU/Linux, apalagi meninggalkan mereka ketika mereka menemui kesulitan. Tidak perlu menjelekkan sistem operasi lain hanya untuk membujuk orang lain bermigrasi, setiap sistem operasi mempunyai kelemahan dan kelebihan masing-masing.
  4. Bangun komunitas! Jika komunitas sudah ada, lebih baik bergabung dan ikut berkontribusi.


%d blogger menyukai ini: