Posts Tagged 'android'

Membuat ad-hoc Ubuntu bisa digunakan oleh Android dari sisi komputer alias nggak perlu ngeroot anjroidnya

Saya iseng ngeblog di blog orang. Dan lumayanlah ditaruh di blog Kaipang, cuma saya malas trenslet.
Hal yang sama seharusnya berlaku juga untuk smart phone macam Blackberry adik saya.

Oh, forgot to mention, you can also tweak your ubuntu instead your phones. Bear that this is, of course, useless if you want to use computers without root users.

FIRST:
sudo apt-get install dhcp3-server hostapd

SECOND:
open a text editor and save this to your home folder as .hostapd.conf

interface=*YOUR*WIRELESS*CARD*ex:wlan0,eth1,etc*SEE*NOTE*
driver=nl80211
ssid=*YOUR*SSID*A.K.A*HOTSPOT*NAME
hw_mode=g
channel=11
wpa=1
wpa_passphrase=*YOUR*PASSWORD*
wpa_key_mgmt=WPA-PSK
wpa_pairwise=TKIP CCMP
wpa_ptk_rekey=600

*NOTE: run iwconfig and you’ll see something such as:
ppp0 no wireless extensions.
lo no wireless extensions.
wlan1 IEEE 802.11bg Mode:Master Frequency:2.462 GHz Tx-Power=20 dBm
Retry long limit:7 RTS thr:off Fragment thr:off
Power Management:off
wlan1 is the wireless interface.

THIRD:
Run the wireless hotspot tutorial created by 土木坛子, which is the tutorial on this page. Then, run
sudo hostapd .hostapd.conf

And that’s it. Connect your android phone, normal way of course. 🙂
If you are able to detect it but unable to join the network, do not fill the wireless security/password while running 土木坛子’s tutorial. Leave it blank instead, and fill only the .hostapd.conf’s password (wpa_passphrase=*YOUR*PASSWORD*).

Iklan

MIT Appinventor di Slackware64-current

Halo…

Nah, mumpung di kantong celana ada perangkat Android, Appinventor patut dicoba. Appinventor merupakan semacam pembangun aplikasi android yang hampir2 tidak membutuhkan kemampuan programming (dalam konteks ini maksud saya berkaitan dengan sintaks, appinventor tetap menuntut kita bermain logika). Nah, apa yang dibutuhkan Slackware untuk bisa menjalankan Appinventor?

Kunjungi Appinventor.

Appinventor sebenarnya berjalan di browser dan mengambil data dari server appinventor, namun ada bagian aplikasi yang dieksekusi terpisah di lingkungan java, yaitu Block Editor. Jika Appinventor di browser adalah lingkungan desain, maka Block Editor adalah lingkungan logika program, dengan begitu Block Editor mutlak diperlukan, demikian juga java. Block Editor dijalankan dari berkas berekstensi jnlp yang bisa dieksekusi oleh javaws. javaws terdapat dalam paket jdk maupun jre.

Saya menggunakan jre versi 6_25.

http://slackware.cs.utah.edu/pub/slackware/slackware64-13.37/slackware64/l/jre-6u25-x86_64-1.txz

Setelah jre diinstall, buat symbolic link dari /usr/java/jre*/bin/javaws ke /usr/bin/javaws agar berkas *.jnlp bisa dieksekusi langsung.

Kemudian unduh appinventor-setup di sini. Ini diperlukan karena Block Editor membutuhkan emulator.

http://dl.google.com/dl/appinventor/installers/linux/appinventor-setup_1.1.tar.gz

Ekstrak dan pindah semua direktori hasil ekstrak ke /usr/google/. Buat direktori /usr/google/ kalau belum ada.

Atur browser agar otomatis mengeksekusi berkas jnlp secara otomatis setelah diunduh (dari /usr/bin/javaws)

Dan… whooosaaaaah!

Oiya. Aplikasi yang dibuat di Block Editor bisa dicoba langsung di perangkat Android via kabel USB. Tapi tidak serta merta perangkat saya (Galaxy Mini) dikenali Slackware. Agar dikenali, buat berkas di /etc/udev/rules.d/15-android.rule yang isinya :

SUBSYSTEMS=="usb", ATTRS{idVendor}=="0bb4", ATTRS{idProduct}=="0ff9", MODE="066$

Kemudian restart adb server

$ sudo /usr/google/appinventor/commands-for-Appinventor/adbrestart

tautan sumber



%d blogger menyukai ini: