Posts Tagged 'blankon'

Saya dan BlankOn (Video)

“BlankOn Linux memenuhi setiap kebutuhan saya.”

http://blankonlinux.or.id

Musik :
– Ost. Kita Punya Bendera
– Mission Impossible by Lalo Schriffin
from album : Delman Fantasy (IMC Record)
Arranged and played by Jubing Kristianto
http://jubing.net

Dibuat dengan :
Nikon D5000, ffmpeg, avconv, VirtualBox, Audacity, KdenLive dan BlankOn 9.0 Suroboyo.

Membangun apt-web

Saya hanya menyalin tulisan dari berkas INSTALL.id.txt pada paket apt-web yang dibuat oleh Pak Fajran Imam Rusadi. Penjelasan di berkas tersebut sudah cukup baik, jadi rasanya tidak perlu menulis ulang, saya hanya menambahkan contoh konfigurasi pada apt-web.ntb.linux.or.id. Apt-web dapat diunduh di https://github.com/fajran/apt-web .

Kebutuhan
=========

1. Sistem yang terpasang apt-get. Apt-web membutuhkan apt-get dan apt-cache.
2. Web server dengan php4 (atau lebih baru)

Konfigurasi
===========

1. Atur nilai URL repositori yang akan dijadikan referensi, contoh
http://archive.ubuntu.com/ubuntu/

Buka berkas config.php dan atur nilai $_repo_mirror_base.

2. Jika Anda ingin menambah repositori baru, lakukan langkah berikut.

a. Masuk ke direktori virtual/

      $ cd virtual

b. Salin direktori “base” ke sebuah direktori baru

      $ cp -a base ubuntu-8.04-i386

c. Sunting berkas sources.list di dalam direktori tersebut.

      $ cd ubuntu-8.04-i386
      $ cat sources.list
      deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu/ hardy main restricted universe multiverse

Pastikan menggunakan referensi URL repositori yang diatur dalam
berkas konfigurasi. Jika Anda mengubah nilainya, pastikan Anda
memperbaharui seluruh repositori yang ada.

d. Letakkan berkas “status” (/var/lib/dpkg/status) dari sebuah sitem
yang baru diinstal.
e. Perbaharui indeks.

      $ apt-get -c apt.conf update

f. Perbaharui berkas konfigurasi config.php. Tambahkan repositori baru
dalam variabel $_repo_list.

      $_repo_list = array(
        array('repository-directory', 'Deskripsi repsitori'),
        array('ubuntu-8.04-i386', 'Ubuntu 8.04 "Hardy Heron" i386')
      );

3. Jika Anda ingin menambah mirror baru, ubah variabel $_mirror_list dalam
berkas konfigurasi config.php

   $_mirror_list = array(
     array('http://url.mirror/ubuntu/', 'Nama Repositori'),
     array('http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/', 'KAMBING.ui.ac.id')
   );

Tambahan

Contoh konfigurasi config.php pada http://apt-web.ntb.linux.or.id :

Update : wordpress.com menolak kode sumber php meskipun saya sudah mengapit dengan tag


. Silakan melihat contoh di http://blog.pdft.net/2013/11/membangun-apt-web/

Preview Blankon Rote Beta

Semalam, karena penasaran ingin melihat seperti apa screenshot BlankOn Rote tetapi tidak menemukannya dimanapun walau sudah di googling, saya mendownload file ISO BlankOn Rote Jahitan I dari lumbung kambing.ui.ac.id.

Kenapa saya penasaran sekali dengan BlankOn Rote?
Karena ditengah “tsunami” perubahan desktop yang melanda distro-distro linux akhir-akhir ini saya merasa kehilangan GNOME2, meskipun ada alternatif desktop lainnya seperti XFCE atau LXDE yang mirip, tetap saja masih ada yang terasa “kurang”.
Saya berharap, BlankOn Rote bisa mengisi “kehilangan” saya.

Pertama kali mencobanya, saya menjalankannya di Oracle VirtualBox. Saya disambut menu pilihan apakah akan menggunakan LiveCD atau meng-install BlankOn ke Hardisk. Di sini saya juga diijinkan memilih bahasa, Timezone dan Keyboard. Kontradiksi dengan pilihan Bahasa dan Timezone yang banyak, pilihan untuk keyboard terasa kurang, hanya ada dua pilihan, US dan UK.

Sebelum Instalasi, saya memilih untuk mencobai LiveCD-nya dulu. LiveCD berjalan baik, disapa background biru dan panel atas yang gelap. Saya tidak tahu apakah ini tampilan default ataukah tampilan fallback, karena beberapa desktop sekarang menggunakan trend ini 🙂

Saat ingin mengganti background saya tidak bisa klik kanan di desktop seperti biasanya, harus melalui menu Settings > Backgrounds.

Panel di BlankOn Rote
Panel BlankOn Rote sepertinya mirip dengan Panel Cinnamon, tidak bisa di tambahkan applet di atasnya seperti panel GNOME2 langsung dengan klik kanan. Tetapi saya tidak menemukan ikon setting untuk panel seperti di Linuxmint 13 Cinnamon. Saya juga tidak menemukan setting Appearance di System Setting (GNOME Control Center).

Saya juga melihat ada “jejak” tooltips yang tertinggal, seperti screenshot ini.

Menu di BlankOn Rote
Menu di BlankOn Rote ini sangat unik, ketika kita klik tombol menu dengan logo BlankOn di kiri atas, menunya akan muncul disamping, menutupi 1/4 layar (1024×768) Virtualbox dari atas ke bawah. Ketika kita klik kategori menu, item-item menu akan muncul dibawahnya.

Beberapa item menu letaknya “salah” tidak seperti di LinuxMint, kategori System Tools diisi item-item yang seharusnya ada di Administration atau Preferences.

Ketika meng-klik menu Locations (Places) kolom menunya berubah, tidak lagi bergeser ke bawah seperti ketegori menu lainnya tapi membuat kolom menu tersendiri menggantikan kolom sebelumnya. Saya sempat kebingunan bagaimana kembali ke menu awal karena tidak ada petunjuk/ikon sama sekali. Saya mencoba meng-klik di atas menu tepat di atas ikon start menu (yang tidak terlihat karena teralingi menu Locations) barulah saya bisa kembali ke menu awal 🙂

Alangkah baiknya jika menu Locations ini menggunakan konsep yang sama seperti kategori menu lainnya, bergeser ke bawah.

Di bawah menu, ada tulisan Username dan placeholder yang digunakan untuk foto pengguna setelah mengaturnya melalui Settings > User Accounts.

Yang kurang mungkin tidak (belum) lengkapnya ikon-ikon untuk kategori menu dan item menu. Berkaitan dengan ikon juga, ada ikon yang cukup mengganggu, karena penggunaaan logo OS lain yang mungkin bisa memicu kontroversi.

Aplikasi Standar BlankOn Rote
Saya tidak tahu apakah rilis Beta ini mencerminkan rilis akhir, jika iya maka kita akan mendapatkan chromium browser, Pidgin Mesengger, LibreOffice Suit, Evolution Mail, Pemutar musik Audacious dan Totem untuk menonton Video.

Minimal dan lain dari kebiasaan distro-distro populer seperti Mint atau Ubuntu yang mengusung Firefox untuk browser, Empathy (Pidgin di Mint) untuk IM mesengger, Thunderbird (di Mint) untuk email, Rhythmbox (Banshee di Mint) untuk memutar musik atau Gnome-mplayer dan VLC (Mint) untuk memutar video.

Tentu saja anda bisa menambahkan aplikasi lainnya melalui repository kelak.

Setelah mencobanya di laptop menggunakan LiveCD USB, tidak ada perubahan sama sekali pada tampilan desktop (tidak ada fallback). Yang cukup mengganggu adalah brightness yang meredup sejak awal start dan restart yang tidak mulus.

Kesimpulan?
Saya tidak berani memberikan nilai dari skala 1-9 karena setiap distro memiliki preferensi sendiri-sendiri dan tidak ada standar baku untuk menilai tampilan sebuah desktop. Jadi saya serahkan kesimpulannya kepada anda, tentu setelah mencobanya sendiri.

Yang pasti, saya masih menggunakan Ubuntu 10.04 dengan desktop GNOME 2 dan masih mengharapkan proyek MATE/Cinnamon bisa stabil.

Workshop Di SMPN2 Kota Bima

Beberapa hari yang lalu, KPLI NTB melalui dua agen di pulau sumbawa, yaitu M. Olan Wardiansyah dan Ramiaji Lamsari melaksanakan workshop di kabupaten paling timur propinsi Nusa Tenggara Barat. Berikut laporan yang ditulis pribadi oleh Pak Bang Olan. :mrgreen:

Langkah besar di mulai dari langkah-langkah kecil. Demikian kata-kata orang bijak kalau ingin meraih sukses. Ini juga coba kami terapkan dalam mengkampanyekan linux di Kabupaten dan Kota Bima, langkah kecil mulai dilakukan dengan langsung turun ke lapangan, memberikan pencerahan tentang penggunaan linux untuk pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Target operasinya adalah sekolah-sekolah yang ada di Kabupaten dan Kota Bima yang memiliki sarana dan prasarana IT yang lengkap.

Langkah pertama dimulai di SMPN 2 Kota Bima pada tanggal 4 April 2009. Saya bersama Ramiaji yang tergabung dalam MaNuX (Masyarakat Linux) Bima NTB, melakukan sosialisasi linux untuk siswa/i yang tergabung dalam Klub IT yang diketuai oleh Pak Zainal Muttaqin dan guru-guru yang berminat dalam mempelajari linux.

Kepala sekolah, saat menerima kedatangan kami menyambut baik dan sangat berterima kasih atas ilmu-ilmu TI baru yang ditularkan pada civitas akademika SMPN 2 Kota Bima.

Setelah bertemu Kepsek, kami mulai action untuk presentasi tepat pukul 8.30 WITA. Materi awal yang dibawakan oleh saya, berisi tentang Sejarah linux beserta distro dan turunannya, pengenalan BlankOn, penggunaan linux untuk kegiatan pendidikan dan kegiatan sehari-hari dan diakhiri dengan sesi tanya jawab.

Materi kedua dibawakan oleh Ramiaji, tentang bagaimana cara menginstal BlankOn, setting jaringan, menambah repository yang ada di internet dan membuat APTonCD untuk diinstalkan pada komputer-komputer lain yang ada di lab. Komputer dan untuk komputer guru-guru yang tertarik menggunakan linux.

meskipun pada saat penginstalan diselingi listrik padam (ini problem dalam mengembangkan TI di Kabpaten dan Kota BIma), tapi pada umumnya workshop berjalan menarik dan santai.



%d blogger menyukai ini: