Posts Tagged 'foss'

bug removable storage sdb1 di debian squeeze

sudah sebulanan ngeloni debian baru sekarang ngeh.

Error mounting: mount exited with exit code 1: helper failed with:mount: wrong fs type, bad option, bad superblock on /dev/sdb1, missing codepage or helper program, or other error In some cases useful info is found in syslog – try dmesg | tail or so

pesan itu selalu muncul kalau saya nyolokin usb, sd card, ataupun hdd eksternal. anehnya, usb/sd card/hdd ext tersebut tetap bisa dimout dengan perintah sudo mount di terminal dan bisa digunakan seperti biasa. tapi tentu saja hal itu sangat merepotkan. dan lebih aneh lagi, perangkat removable storage kedua yang dicolokkan akan dimount otomatis tanpa masalah, yang berarti itu akan lari ke dev setelah sdb, mungkin sdf atau sdg.

mari lihat hasil dmesg | tail

[14183.644847] UDF-fs: No anchor found
[14183.644856] UDF-fs: No partition found (1)
[14183.733071] ISOFS: Unable to identify CD-ROM format.

partisi di media storage itu dimount sebagai cdrom? yak, ternyata masalahnya ada di fstab.

/dev/sdb1 /media/cdrom0 udf,iso9660 user,noauto 0 0

disana ada sebaris konfigurasi sdb1 yang digunakan untuk mount media saat instalasi dan baris ini tidak dihapus otomatis setelah instalasi debian. agak kecewa dikit memang, sebaris tapi njengkelin.

jadi pantas saja setiap media storage yang ngantri daftar otomatis di sdb1 bakalan ditolak.

mari kita hapus sebaris ini dan debian tetap rock solid. :)

Peran Kaipang dalam Migrasi PemProv NTB

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwasanya Kementerian Riset dan Teknologi bersama-sama dengan seluruh stakeholder IT dan dalam kesempatan pelaksanaan kegiatan model migrasi OSS di 15 titik Provinsi/kota/kabupaten (di jadwalkan Bulan Agustus 2010 sampai dengan November 2010) RISTEK bekerjasama dengan Makara UI yang didukung oleh PT. Ardelindo Aples, POSS UI, NF dan Komunitas OSS Lokal.

nama saya, piko, saya mau menyuarakan hati saya lewat blog kpli ntb ini, dst… entah tulisan ini tujukan kepada siapa, saya cuma mau curhat sejenak.

sejak agustus dulu, koar-koar tentang migrasi perangkat lunak terbuka di lingkungan pemerintah provinsi NTB sempat membuat saya bersemangat. akhirnya, migrasi itu dilaksanakan tanggal 4-9 oktober 2010 yang mana isinya adalah tidak sesuai dengan apa yang saya perkirakan.

saya mengira demikian : ada tim migrasi dan kaipang diikutkan di dalamnya, termasuk di dalamnya bekerja di lapangan, berhadapan langsung dengan komputer milik pemerintah, bukan saja memigrasikan orang-orangnya (pelatihan PNS).

ternyata oh ternyata, peran kami di sini tidak seindah itu. kaipang hanya mendampingi pelatihan. terus terang saya kecewa.

ternyata, sudah ada tim migrasi tersendiri dan progressnya sudah berjalan 30-40 persen di kantor-kantor dinas dan itu sudah berjalan berbulan-bulan yang lalu (bahkan kaipang pun tidak diberitahu! serasa kami anak tiri di rumah sendiri). PDE NTB, mereka cerita betapa sulitnya proses migrasi itu. sebagian besar komputer yang dimigrasikan diinstall dualboot dengan windows, kalimat sebenarnya, “sangat sedikit yang diinstall linux thok, single boot.”.

wah, kapan migrasinya kalo masih dualboot dengan windows? saya berani bilang, kalau migrasi masih dualboot, NTB go open source sama saja boong, buang-buang uang rakyat.

seseorang dari PDE memberikan alasan yang masih sulit saya terima : cuma sedikit yang single boot, karena orang-orang butuh beradaptasi dulu. NTB go open source kan masih lama, 2013.

bantahannya kurang nonjok, bukankah PNS hanya perlu belajar sedikit lagi tentang sistem operasi ini dan makara UI beserta kaipang sudah memberikan pelatihan yang membosankan dan kami lelah selama 5 hari? dan bukankah dulu mereka bilang, nantinya hanya komputer tertentu (semisal program lokal khusus yang hanya berjalan di windows) yang dipasangkan dualboot? lain kata lain tindak. saya berani bertaruh, kalau dualboot, PNS akan lebih memilih booting ke windows ketimbang linux. migrasi jalan di tempat.

2013, pandai pula mengulur waktu. saya kira, kalau memang mau migrasi, ya memang harus sedikit memaksa. kalo ndak ya habis perkara, kita orang indonesia.

peran kaipang terbatas cuma di sini saja, sebagai pendamping di pelatihan PNS-nya, padahal kan kita juga punya semangat open source yang sama, bahkan semangat kami lebih besar!

Ubuntu di supermarket Niaga

kebetulan lagi belanja di supermarket Niaga, jalan sriwijaya dekat kantor Pos Indonesia, Mataram. dan mumpung bawa SLR, langsung jepret.

masih bingung dengan nama perangkat lunak ini. sudah tanya2 sama kasir tapi kasirnya yang manis cuma angkat bahu.

sayang gagal jepret kasirnya, padahal manis. >.<

ini dia. satu kata : gede.
HIDOP FOSS!



%d blogger menyukai ini: