Posts Tagged 'slackware'

Konfigurasi UPS (Phasor & APC) Slackware64 13.37

Sejak setahun lalu ngurusin 3 biji server yang ganteng-ganteng, saya lupa pasang fitur UPSnya. UPS yang diproduksi sekarang punya fitur lebih cerdas dari sekedar mematikan mesin saat power fail, misal bisa menunggu pengiriman sinyal sampai baterai mencapai kapasitas rendah.

Phasor Series 1200VA

Untuk Phasor Series 1200VA, saya menggunakan ViewPower seperti yang direkomendasikan di buku manualnya. Saya menyarankan mengunduh yang text mode. Kalau GUI, servicenya tidak bisa dijalankan dari console (no X). FYI, ViewPower sangat berat, menggunakan java dan webserver (apache tomcat) sendiri dengan port default 15178, dikonfigurasi via browser, flash required.

Pasang kabel USB dari UPS ke mesin server. Di mesin saya, terdeteksi :

Bus 002 Device 003: ID 0665:5161 Cypress Semiconductor USB to Serial

Unduh ViewPower, ekstrak, kemudian eksekusi installer binary :

# ./installViewPower_Linux_text_x86_64.bin

secara default berkasnya akan terpasang di /root/ViewPower. Agar diload otomatis, tambahkan baris di /etc/rc.d/rc.local

/root/ViewPower.2.09/ViewPower

Screenshoot :

ViewPower mendukung remote shutdown. Masalah 3 server 1 UPS (karena hanya ada  1 data port untuk pengiriman sinyal) bisa diatasi. Sayangnya saat saya mencobanya, tidak berhasil. Maka terpaksa saya memasang UPS lagi.

Ada skenario yang belum saya coba : mengatur sshkey agar bisa menjalankan script untuk mematikan server lain (tanpa password, mungkin ke user root. tapi gag aman ya…). Script dijalankan saat server utama mulai shutdown (dari /etc/rc.0d/ urutan pertama).

APC RS 1500VA

Saya mendapatkan perangkat lunak bawaan dari APC bernama PowerChute, setelah baca-baca sana-sini, ternyata PowerChute memakan 30% CPU. Alternatifnya, gunakan apcupsd (hanya memakan rata-rata 1% CPU).

Unduh source tarball apcupsd di apcupsd.org, ekstrak kemudian pasang. Saya menggunakan kabel USB jadi harus menambahkan parameter –enable-usb saat menjalankan ./configure.

Slackware didukung penuh oleh apcupsd, rc.apcupsd akan dibuat otomatis di /etc/rc.d. Saya menyunting beberapa parameter di /etc/apcupsd/apcupsd.conf, menyesuaikan kondisi saya (kabel usb, segera mematikan sistem begitu pasokan listrik mati).

UPSCABLE usb
UPSTYPE usb
DEVICE
MINUTES 0
TIMEOUT 1
NISIP 127.0.0.1

NISIP sangat penting untuk diisi dengan ip loopback, kalau dibiarkan kosong akan mendapatkan pesan galat “Error contacting apcupsd @ localhost:3551: Connection refused” saat service dijalankan.

Install KPPP Tanpa KDE Desktop Environment di Slackware 13.37

Ini kalau anda:
– Butuh dialer GUI
– Nggak nginstall KDE karena fakir spes

Cari berkas-berkas berikut di CD/DVD installer Slackware:
1. Paket KDE Network (slackware/kde/kdenetwork-4.5.5-i486-1.txz)
2. Paket KDE Libs (slackware/kde/kdelibs-4.5.5-i486-2.txz)

Kemudian install saja dua-duanya.
Ha? Nggak tau cara install? Kok pake Slackware?
Gini deh yang gampang. Kopikan dua file itu ke desktop, buka terminal, kemudian login sebagai root.
[blockquote] su [/blockquote]
Setelah itu, install semuanya sekaligus.
[blockquote] installpkg *.txz [/blockquote]

Ini juga bakal nginstall KRDC, KRFB, Kopete, KGet, macem-macem lah. Saya nggak nyoba semuanya, kali aja ada yang nggak jalan. Mbuh. Kopete sama KGet butuh Libkonq.so.5 (slackware/kde/kdebase-4.5.5-i486-3.txz), libgpgme.so.1 (slackware/kde/kdepimlibs-4.5.5-i486-2.txz), ah, banyaklah. Cari-cari sendiri saja kalau mau jalanin. Buka programnya pake terminal. Jangan lupa, kalau nginstall dependensi, paket bisa nambah, muncullah lagi Kwrite, Konsole, dan kawan-kawan. Lihat pesan errornya, cari di google dengan kata kunci ” packages” tanpa tanda kutip, kemudian liat di paket apa lib tersebut. Juga, kalau mau nggak ditampilin di menunya xfce, buang saja launchernya dari /usr/share/applications.

Google Drive di Slackware64-current

Sejak awal rilisnya Google Drive, pihak Google bilang dukungan untuk GNU/Linux sedang dikerjakan. Nah, bagi yang tidak sabaran, bisa pakai Grive. Grive menyediakan dukungan penuh untuk sinkronisasi Google Drive. Kekurangannya,sinkronisasi dilakukan secara manual, beda dengan Dropbox yang memonitoring sistem berkas secara realtime.

Pastikan dependensi berikut sudah dipasang :

  • git
  • cmake
  • build-essential
  • libgcrypt11-dev
  • libjson0-dev
  • libcurl4-openssl-dev
  • libexpat1-dev
  • libboost-filesystem-dev
  • libboost-program-options-dev
  • binutils-dev

Unduh source tarball Grive di sini http://www.lbreda.com/grive/download. Untuk kasus saya, masih ada dependensi lagi, yaitu J-SON.

Ekstrak source tarball dan masuk ke direktori grive. jalankah “cmake .”, kemudian “make”. (tanpa tanda petik). kemudian pindahkan berkas eksekutable grive ke folder yang diinginkan. Misal saya memindahkan grive ke folder default grive saya ada di /home/pdft/GoogleDrive. Eksekusi grive untuk pertama kali.

$ grive -a

Kita akan diminta untuk membuka link yang mengarah ke kode autentifikasi dari google. Ini hanya perlu dilakukan satu kali saja.
dan tinggal di-copypaste balik.

Berkas-berkas Google Drive akan disinkron. Nah, setiap kita ingin mengupdate berkasnya, baik mengunduh maupun menunggah berkas baru, tinggal jalankan ./grive (tanpa -a).

Kalau mau otomatis bisa dikolaborasikan dengan cron.

MIT Appinventor di Slackware64-current

Halo…

Nah, mumpung di kantong celana ada perangkat Android, Appinventor patut dicoba. Appinventor merupakan semacam pembangun aplikasi android yang hampir2 tidak membutuhkan kemampuan programming (dalam konteks ini maksud saya berkaitan dengan sintaks, appinventor tetap menuntut kita bermain logika). Nah, apa yang dibutuhkan Slackware untuk bisa menjalankan Appinventor?

Kunjungi Appinventor.

Appinventor sebenarnya berjalan di browser dan mengambil data dari server appinventor, namun ada bagian aplikasi yang dieksekusi terpisah di lingkungan java, yaitu Block Editor. Jika Appinventor di browser adalah lingkungan desain, maka Block Editor adalah lingkungan logika program, dengan begitu Block Editor mutlak diperlukan, demikian juga java. Block Editor dijalankan dari berkas berekstensi jnlp yang bisa dieksekusi oleh javaws. javaws terdapat dalam paket jdk maupun jre.

Saya menggunakan jre versi 6_25.

http://slackware.cs.utah.edu/pub/slackware/slackware64-13.37/slackware64/l/jre-6u25-x86_64-1.txz

Setelah jre diinstall, buat symbolic link dari /usr/java/jre*/bin/javaws ke /usr/bin/javaws agar berkas *.jnlp bisa dieksekusi langsung.

Kemudian unduh appinventor-setup di sini. Ini diperlukan karena Block Editor membutuhkan emulator.

http://dl.google.com/dl/appinventor/installers/linux/appinventor-setup_1.1.tar.gz

Ekstrak dan pindah semua direktori hasil ekstrak ke /usr/google/. Buat direktori /usr/google/ kalau belum ada.

Atur browser agar otomatis mengeksekusi berkas jnlp secara otomatis setelah diunduh (dari /usr/bin/javaws)

Dan… whooosaaaaah!

Oiya. Aplikasi yang dibuat di Block Editor bisa dicoba langsung di perangkat Android via kabel USB. Tapi tidak serta merta perangkat saya (Galaxy Mini) dikenali Slackware. Agar dikenali, buat berkas di /etc/udev/rules.d/15-android.rule yang isinya :

SUBSYSTEMS=="usb", ATTRS{idVendor}=="0bb4", ATTRS{idProduct}=="0ff9", MODE="066$

Kemudian restart adb server

$ sudo /usr/google/appinventor/commands-for-Appinventor/adbrestart

tautan sumber

XFCE 4.10 di Slackware64-current

Yoi, ini rilis XFCE yang baru. Saya agak telat sih. Di repo current belum dipaketin tapi saya gag sabaran, saya mengunduh yang asli dan build sendiri. Karena saya menggunakan sistem operasi 64 bit, library-nya juga harus disesuaikan saat configure.

$ ./configure --libdir=/usr/lib64

selanjutnya tinggal make dan sudo make install. Urutan pemasangan paket juga harus sesuai, kalau tidak, kadang saat pasang paket tertentu tidak bisa dilanjutkan karena punya ketergantungan dengan paket lain.

  1. libxfce4util
  2. xfconf
  3. libxfce4ui, garcon
  4. exo
  5. xfce4-panel
  6. thunar
  7. xfce4-settings, xfce4-session, xfdesktop, xfwm4, xfce4-appfinder, …

Habis itu logout dan login kembali, atau restart X. Sejauh ini proses yang saya jalankan lancar2 saja, tidak seperti saat membangun GSB yang rumit. No skrinsut = hoax. (okok)

Apa saja kelebihan/kemajuan/perbedaan yang dibuat? Sejauh yang saya lihat, ini dia :

  • Sekarang pakai Meta+D bisa digunakan untuk showdesktop. Saya bahagia sekali sama fitur baru ini.
  • Ada mode deskbar
  • Application Finder (macam Run Program tapi lebih intuitif)
  • Alih2 tombol untuk logout, sekarang bisa pakai menu Action (berisi logout, restart, shutdown, etc)
  • Thunar sudah bisa akses direktori samba over network! (yahoo)
  • xfwm4 sudah bisa mengatur ukuran jendela secara otomatis bila di-drag ke pinggir. fitur ini yang bikin saya makin mantap kembali ke XFCE dari KDE.

Yah, baru itu saja. Selamat mencicipi XFCE!

Update :

Setelah dipikir2, saya tetap memilih PCmanFM sebagai manajer berkas utama karena jauh lebih cepat dan ringan!

LXmed : Menu Editor untuk XFCE di Slackware 13.37

Saat masih pakai arch, saya menggunakan openbox dan nyaman dengan obmenuconfig. Bagaimana dengan XFCE di slackware (64 multilib)? Yep, LXmed adalah piranti lunak untuk menyunting menu pada LXDE, sebuah desktop manager yang lebih ringan dari pada XFCE, dan juga bekerja untuk XFCE. Silakan unduh paketnya di http://lxmed.sourceforge.net/

Ekstrak dan jalankan ./install.sh. mudah dan cepat, tetapi tidak berhenti sampai di sini. Kita membutuhkan gksu dan jre untuk bisa menjalankan lxmed. jre bisa diinstall dari dvd slackware, terletak di source/l/jre. Umm, yeah, normalnya pasang jre dulu. hehe. Sementara paket gksu (sesuaikan versi slackware dan arsitektur) bisa ditemukan di belantara internet dengan mudah, google always be our friend.

Bangun paket dengan slackbuild.

sudo ./jre.Slackbuild

paket akan terbentuk di /tmp/

sudo installpkg /tmp/jre-6u27-x86_64-1.txz

jalankan lxmed dari xfcemenu>settings>main menu editor. kita akan mendapati lxmed tidak bekerja karena pengembang lxmed menganaktirikan Slackware.

cari dimana binary lxmed.

which lxmed

kita akan tahu bahwa ternyata itu bukan berkas binary, melainkan shell script, dengan melihat dalemannya.

#!/bin/bash

# discovered distro; Debian by default
DISTRO='Debian'

# distro names
DEBIAN='Debian'
SUSE='SuSe'
REDHAT='RedHat'
MANDRAKE='Mandrake'

Slackware tidak ada, hahaha. dan di baris akhir :

if [ "${DISTRO}" = "${SUSE}" ];
then
 gnomesu --command "java -jar /opt/lxmed/LXMenuEditor.jar"
else
 gksu --message "Please enter password to run lxmed in fully operational mode:" 'java -jar /opt/lxmed/LXMenuEditor.jar'
fi

Nyatanya perintah gksu tersebut tidak jalan di Slackware. hapus saja semua barisnya dan masukkan satu baris berikut

java -jar /opt/lxmed/LXMenuEditor.jar

Simpan dan jalankan di terminal

sudo lxmed

Sebuah jendela aplikasi java akan muncul, itulah lxmed. Sampai di sini semua sudah bekerja dengan baik. Tinggal langkah terakhir, edit menu settings>main menu editor. ganti command ‘lxmed’ menjadi ‘gksu lxmed’. tanpa tanda petik.

Sekarang kita bisa mengakses lxmed dari menu xfce dan gksu bekerja untuk menanyakan password root. 🙂

no pict = hoax 😛



%d blogger menyukai ini: