Kopdar Malam Selasa Pon – 31 Oktober 2011

Pak Olanuxer dan Pak Safril, prajurit Kaipang dari Sumbawa nun jauh disana,  tiba di Mataram untuk urusan pelatihan pendidikan, jadi kopdar untuk menyambut mereka diadakan pada malam, 31 Oktober 2011 bertempat di Kedai Hotspot.

Anggota yang hadir antara lain YM Ketupang Amrin Zulkarnain, Sapto Sutardi, Rizky, Saiful Bahri, saya sendiri, dan 2 orang lagi yang saya lupa kenalan. Sudah lama Kaipang tidak kopdar semenjak ILC dan mampirnya Ketua LUGU di Mataram. Tidak mulu ngomongin linux, sempat coba Iris (tiruan Siri dari iPhone4S untuk android, tidak secerdas Siri) di ponsel Mas Sapto, berbagi berkas multimedia yang melimpah (terutama untuk harddisk baru 750GB milik pak Safril), nyeruput kopi dan nyemil keripik, dan banyak lagi pembicaraan tapi saya kebanyakan gag dengar.

Demikian laporan. Terima kasih.

tangkapan layar :

5 Kesalahan Pengguna Linux terhadap Pemula

Mengapa Linux relatif sulit digalakkan di Indonesia? Salah satunya adalah karena perilaku anak-anak Linux sendiri. Berikut adalah 5 Kesalahan Pengguna Linux Terhadap Newbie

1. Selalu menjelekkan Microsoft (misalnya dengan menuliskan m$, microshit, microsuck, dll).
Kalau seorang newbie yang tadinya pakai Microsoft dan ingin belajar Linux, bisa jadi akan tersinggung duluan. Sebagai analogi, bayangkan Anda adalah seorang marketing mobil Honda yang sedang membujuk seorang pengguna Toyota untuk mau beli mobil Honda. Cara Anda membujuk adalah dengan selalu menjelek-jelekkan Toyota. Apakah kira-kira akan berhasil? Saya yakin 99,99% akan gagal. Bayangkan, Corolla adalah mobil terlaris di dunia dan Toyota adalah produsen mobil nomor dua terbesar di dunia. Bagaimana Anda bisa bilang kalau Toyota itu jelek? Justru marketing tadi seolah menunjukkan rasa dengki Honda karena tidak bisa juga mengungguli Toyota.
Nah, sekarang, sistem operasi apa yang paling banyak dipakai di dunia? Windows khan?

2. Mengatakan pengguna Windows adalah pencuri.
Kira-kira kalau Anda datang ke sebuah komunitas yang baru saja Anda ikuti, lalu tiba-tiba Anda dituding sebagai pencuri, apa kira-kira perasaan Anda? Bohong besar kalau tidak sakit hati.
Ingat, tidak semua pengguna Windows itu dengan “sukarela” menggunakan Windows. Kalau dari pertama kali belajar komputer diajarin Windows, apa dia salah? Banyak pengguna komputer sekarang yang belajar di tahun 90 an, mana ada Linux saat itu? Mana ada koar-koar tentang pelanggaran HAKI saat itu?
Kalau pekerjaan di kantor harus diselesaikan dengan Windows, apa ya harus resign? Emang gampang cari kerjaan hare geneee?
Cobalah untuk menggunakan cara yang lebih halus untuk menjelaskan tentang pembajakan, tanpa harus memberi label pencuri.

3. Perang distro dan Window Manager.
Sadarilah bahwa distro dan window manager bukan agama. Punya distro atau window manager favorit boleh, tapi tidak ada yang salah dengan mencoba distro atau window manager lain. Justru itu akan memperkaya pengetahuan tentang Linux. Jadi kalau ada newbie yang tanya tentang Fedora, hendaklah jangan diberi jawaban “pake Ubuntu aja lebih asyik”, “Mandriva lebih gampang deh”, “harusnya loe pake Slackware aja”, atau jawaban lain sejenis.
Karena menyeret newbie dalam perang distro akan sama artinya dengan menyuruh mereka balik kanan dan kembali ke Windows.

4. Selalu bilang bahwa instalasi software di Linux mudah.
Jujurlah bahwa instalasi software di Linux tidak semudah penggunaannya. Kalau penggunaan Linux barangkali memang sudah semudah Windows. Tapi tidak dengan instalasinya paket-paket softwarenya. Ada yang namanya dependencies. “Dengan yum atau apt-get khan mudah pak?” Betul, tapi koneksi internetnya? Tidak semua punya koneksi internet yang memadai. Punya koneksi internet yang memadaipun, instalasi dengan yum atau apt-get suka ngadat. Betul apa betul?

5. Galak terhadap newbie.
Saya sering mendapat keluh kesah dari newbie bahwa mereka minder jika harus kumpul-kumpul dengan pengguna Linux. Di milis-milis Linux juga saya sering mendapati jawaban yang agak “kasar”, misalnya “itu khan udah sering ditanyakan, cari di arsip dong”. Lha kalau benar-benar newbie, bisa pake e-mail aja baru 1 bulan yang lalu, mana tahu arsip itu apa dan bagaimana mengaksesnya. Khan bisa dijawab “hal itu udah pernah dibahas, arsipnya bisa diakses di www.anu.com”.

Nah, kalau ingin Linux bisa lebih memasyarakat lagi, hindarilah kelima hal di atas.

disadur dari KSL UI yang menyadur dari yahyakurniawan.net

Mamiq feat Cepul: Menghadiri Resepsi Pernikahannya Waketupang

Menyambung ceritanya Cepul, hari Ahad kemarin kami (ane, istri dan anak) menghadiri resepsi pernikahannya Waketupang, Soni Agus Wahyudi. Dengan semangat 45 kami berangkat pagi-pagi sekali dari desa Perampuan, sekitar jam 8 (padahal acara resepsinya jam 11 siang). Kami berangkat pagi karena rencananya kami akan mampir ke rumah paman yang tinggal di seputaran Praya. Sekitar jam 9, kami sampai di rumah paman. Tetapi, ya Allah, bukan saja pintunya yang terkunci, gerbang besi di depan pintu juga terpasangi gembok besi. Ternyata paman saya dan keluarganya sedang dalam perjalanan menghadiri acara keluarga di Lombok Utara. Wah, padahal mau ngasi kejutan buat paman. Terpaksalah saya yang terkejut karena hanya berdiri di depan pintu dipandangi dengan penuh kasihan oleh sekawan anjing belang-belang.
Pelajaran yang bisa dipetik: Jangan suka pake semangat 45. Sudah lusuh. Sekarang sudah tahun 2011!

Karena sudah sms janjian mau ketemu Cepul setibanya di Praya, akhirnya saya telpon beliau lebih pagi. Itu semata-mata karena saya kasian terhadap diri saya, terlunta-lunta di negeri orang.

Setelah menunggu sekitar setengah jam, Cepul datang sambil langsung bertanya, “Miq, acaranya di mana?” Waduh! Padahal saya datang ke Praya ini untuk menghadiri resepsinya Waketupang dengan mengandalkan Cepul, yang kebetulan rumahnya di Praya juga, sebagai penunjuk jalan. Ternyata, Cepul juga tidak tahu lokasi acaranya Mr. Soni.
Pelajaran yang dapat dipetik: Jangan mengandalkan Cepul sebagai penunjuk jalan kalau dia tidak bersama dengan pasangannya, yaitu si Piko.

Dengan mengandalkan nomor-nomor telepon yang ada, saya kemudian menghubungi pak Ketupang. Pak Ketupang dihubungi, tidak ngangkat. Blek, nyambung, tidak ngangkat. Mungkin Piko tau nomornya Waketupang. Saya kemudian menghungi Piko. Dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, saya serahkan telepon ke Cepul setelah terhubung ke Piko. Piko ngasitau kalau alamat resepsinya ada di fesbuk. Cerdas! Saya kemudian buka laptop, buka fesbuk. Tada… Ternyata resepsinya ada di Jl. Wr. Supratman.
Pelajaran yang dapat dipetik: Ternyata cinta selalu datang memberikan solusi atas permasalah yang dihadapi. Tengkyu Cepul, tengkyu Piko.

Setelah nyampe di lokasi acara, menikmati hidangan, makan-makan, dan memberi salam dan doa selamat, sakinah, mawaddah wa rahmah kepada kedua mempelai, kami kemudian pamit. Saya kemudian berkunjung di rumahnya Cepul. Jambu air di rumahnya Cepul sedang berbuah lebat. Rencana ke depan, mungkin perlu mengadakan jalan-jalan, kopdar di rumahnya Cepul karena jambunya sedang berbuah lebat!

Seperti dituturkan oleh Mamiq di wallnya kaipang.

“Cerita mengalir cerdas, penuh intrik intrik yang tak terduga…imajinatif dan sangat menegangkan” – okky, katanyasih berhandakaipang

ILC 2011 Go Opensource (?)

This slideshow requires JavaScript.

ILC termurah, paling dahsyat, paling indah, paling keluar pakem, dan paling kejam yang pernah diselenggarakan sudah terlaksana. Dua utusan, masing-masing dari Malang dan Makassar membuktikan niatnya adalah yang paling wahid. Yudha Satya Amiputra dan Asrar Abukhair, sesungguhnya Yang Mulia Ketua Kaipang Amrin Zulkarnain RA bersabda: “Telah kalian lihat laki-laki yang mampu memasak dengan peralatan berkebun dan telah pula kalian saksikan laki-laki yang ikhlas merangkak ratusan kaki melewati karang-karang tajam menuju bibir pantai, maka niscaya, pintu Bumi Gogo Rancah akan selalu terbuka bagi mereka.”

Hasil ILC dan laporan biaya penyelenggaraan dapat dilihat di:
http://ntb.linux.or.id/ilc2011/laporan-dokumentasi.html

Halaman Berikutnya »



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.